Baru-baru ini, Kementerian Luar Negeri Kanada menyatakan telah mengambil langkah penanganan dan penyelidikan terkait ancaman bom serta insiden keamanan lain yang menimpa kelompok seni Shen Yun. Pemerintah Kanada juga menegaskan penolakannya terhadap penindasan transnasional oleh kekuatan asing, dan akan terus memperhatikan isu hak asasi manusia, termasuk yang berkaitan dengan Falun Gong di forum internasional.
EtIndonesia. Baru-baru ini, sekretaris parlementer Menteri Luar Negeri Kanada, Rob Oliphant, atas nama Menteri Luar Negeri Anita Anand, menandatangani sebuah pernyataan yang menyebutkan:
“Global Affairs Canada telah secara jelas mengetahui ancaman bom dan ancaman penembakan massal terhadap pertunjukan Shen Yun Performing Arts di Kanada, dan sangat prihatin terhadap hal tersebut. Setelah mengetahui ancaman terkait, pejabat kementerian luar negeri segera menghubungi Royal Canadian Mounted Police (RCMP) dan Departemen Keamanan Publik Kanada, serta mengetahui bahwa RCMP telah menerima laporan dan memulai penyelidikan.”
Shen Yun Performing Arts didirikan pada tahun 2006 oleh para seniman klasik Tiongkok terkemuka untuk menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok, Shen Yun tampil di berbagai negara di dunia dengan slogan, “Tiongkok Sebelum Komunisme.”
Untuk diketahui, para seniman Shen Yun mempraktikkan Falun Dafa, yang juga dikenal sebagai Falun Gong, sebuah disiplin meditasi spiritual yang dahulu dipuji secara terbuka di Tiongkok karena manfaat kesehatannya. Statistik pemerintah menunjukkan bahwa pada dekade 1990-an terdapat sekitar 70 juta hingga 100 juta orang yang mempraktikkannya. Namun, popularitas latihan tersebut dipandang sebagai ancaman oleh rezim komunis, sehingga Falun Dafa mulai menjadi sasaran penganiayaan oleh rezim sejak tahun 1999.
Ketika PKT memulai kampanye penganiayaan brutal terhadap praktisi Falun Gong. rezim berjanji untuk melenyapkan latihan tersebut. Sejak saat itu, para praktisi menghadapi penganiayaan berat, termasuk laporan mengenai penyiksaan, kerja paksa, pencucian otak, pengawasan, pembunuhan, bahkan pengambilan organ secara paksa.
Juru bicara Himpunan Falun Dafa Kanada, Grace Wollensak, mengatakan: “Sejak November tahun lalu, hampir 20 anggota parlemen telah membacakan petisi di parlemen yang ditandatangani lebih dari 3.000 warga Kanada, meminta pemerintah Kanada mengambil tindakan untuk menghentikan gangguan dan penindasan transnasional Partai Komunis Tiongkok terhadap praktisi Falun Gong dan Shen Yun di Kanada. Sejak Januari tahun ini, Menteri Luar Negeri secara bertahap telah menanggapi petisi yang diajukan para anggota parlemen dan mempublikasikannya di situs parlemen.”
Pernyataan tersebut menegaskan: “Kanada sama sekali tidak akan mentoleransi campur tangan asing dan tindakan penindasan transnasional yang ditujukan terhadap warga negara Kanada maupun orang-orang yang berada di wilayah Kanada.”
Pernyataan ini merupakan tanggapan Menteri Luar Negeri terhadap petisi yang diajukan anggota parlemen Kelly DeRidder. Petisi tersebut juga menyerukan agar pemerintah federal mendesak PKT menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong dan penindasan transnasional di luar negeri.
Petisi tersebut menyebutkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah melakukan “kampanye pemusnahan” selama puluhan tahun terhadap para praktisi Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, sebuah latihan meditasi spiritual dengan ajaran moral berdasarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.
“Di Kanada, para penganut Falun Gong telah menjadi sasaran penindasan lintas negara dan campur tangan asing oleh PKT, termasuk pelecehan, pengawasan, intimidasi, disinformasi, dan berbagai bentuk sabotase lainnya,” demikian isi petisi tersebut, sambil menambahkan bahwa insiden terbaru mencakup ancaman bom dan penembakan yang menargetkan Shen Yun.
Petisi itu juga menyerukan pemerintah federal untuk “terus menjatuhkan sanksi dan menuntut pertanggungjawaban pejabat serta kaki tangan PKT yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia ini,” serta mengambil “langkah-langkah yang lebih kuat” untuk melindungi komunitas Falun Gong di Kanada.
Pernyataan menteri juga menyebutkan: “Kanada telah secara terbuka menyampaikan keprihatinan atas intimidasi dan penindasan terhadap kelompok agama di Tiongkok, termasuk praktisi Falun Gong, dan sedapat mungkin secara langsung mengangkat isu terkait kepada otoritas PKT melalui jalur tertutup.”
Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah federal dan seluruh anggota parlemen sama-sama memperhatikan “pelanggaran hak asasi manusia yang membatasi kebebasan beragama atau berkeyakinan.”
Selain itu: “Kanada akan selalu mendukung hak warga Kanada untuk menyatakan pendapat secara damai dan bebas, serta terus berupaya di masyarakat internasional untuk memastikan hak-hak universal ini dilindungi di seluruh dunia.”
Ancaman Bom PalsuShen Yun memulai rangkaian tur globalnya di Toronto pada 28 Maret dan dijadwalkan menggelar pertunjukan ketiga di Four Seasons Centre for the Performing Arts pada 29 Maret. Namun, pertunjukan itu dibatalkan pihak teater setelah mereka menerima ancaman bom melalui email dari sebuah akun dengan nama berbahasa Tionghoa.
Pihak teater juga memutuskan membatalkan lima pertunjukan berikutnya yang dijadwalkan hingga 5 April, meskipun Kepolisian Toronto telah memastikan ancaman tersebut tidak berdasar setelah melakukan penyelidikan. Pekan lalu, teater akhirnya setuju menjadwalkan ulang pertunjukan Shen Yun di Toronto pada akhir Juni setelah upaya gigih penyelenggara lokal Shen Yun untuk menghadirkannya kembali.
Akun email yang sama yang mengirim ancaman ke teater di Toronto juga mengirim ancaman kepada tempat pertunjukan Shen Yun di Vancouver. Namun, Queen Elizabeth Theatre di Vancouver memilih tetap melanjutkan seluruh pertunjukan sesuai jadwal setelah Kepolisian Vancouver (VPD) memastikan ancaman tersebut tidak kredibel.
Unit Kejahatan Siber VPD menetapkan bahwa nomor telepon yang terkait dengan akun email pengirim ancaman tersebut berbasis di Tiongkok.
Kampanye TekananLaporan Global News pekan lalu mengungkap bahwa pejabat Konsulat Tiongkok di Vancouver bertemu dengan seorang pegawai Pemerintah Kota Vancouver pada awal April dalam upaya menghentikan kelompok tari itu tampil di Queen Elizabeth Theatre milik kota tersebut pada 8–12 April. Pertemuan dengan pejabat konsulat itu dikonfirmasi kepada The Epoch Times oleh juru bicara pemerintah kota.
Himpunan Falun Dafa Kanada menyatakan bahwa upaya Konsulat Tiongkok untuk mengganggu Shen Yun di Vancouver merupakan “bagian dari kampanye campur tangan terang-terangan oleh rezim asing di negara tuan rumah untuk membungkam para pengkritiknya di Kanada.”
Joel Chipkar dari Himpunan Falun Dafa Kanada, menyerukan agar para pejabat Kanada secara terbuka mengecam penindasan lintas negara PKT terhadap Shen Yun dan Falun Gong di Kanada, serta menetapkan pejabat Konsulat Tiongkok yang bertanggung jawab atas upaya campur tangan di Vancouver sebagai persona non grata dan mengusir mereka dari Kanada.
Anggota parlemen Partai Konservatif, James Bezan, pekan lalu mengatakan ia sepakat bahwa pejabat Konsulat Tiongkok yang terlibat dalam upaya intervensi tersebut harus diusir dari Kanada karena terlibat dalam intimidasi asing dan penindasan lintas negara.
“Ini merupakan penyalahgunaan wewenang sekaligus penyalahgunaan hak istimewa yang diberikan kepada mereka sebagai diplomat,” kata Bezan.
“Kita harus memastikan mereka semua dimintai pertanggungjawaban atas tindakan yang menciptakan kejahatan terhadap rakyat Kanada,” lanjutnya.
Wali Kota Amherstburg, Ontario, Michael Prue, mengatakan Konsulat Tiongkok di Toronto juga pernah menekannya tahun lalu agar berhenti mendukung Falun Gong setelah kota itu mengadakan upacara pengibaran bendera memperingati Hari Falun Dafa Sedunia. Prue sebelumnya menjabat sebagai anggota parlemen provinsi Ontario selama 13 tahun dan berulang kali bersuara menentang penganiayaan rezim Tiongkok terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok.
Sumber : Theepochtimes.com/NTDTV.com





