Armuzna Semakin Dekat, Pemerintah Fokuskan Layanan Haji di Makkah

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah memastikan seluruh jemaah calon haji reguler Indonesia yang sebelumnya berada di Madinah, kini telah bergeser sepenuhnya ke Makkah. Tahapan ini menjadi momentum penting dalam persiapan menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan, fokus layanan kini dipusatkan untuk memperkuat kesiapan jemaah dan petugas menjelang fase krusial pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Suci Annisa juru bicara Kementerian Haji dan Umrah mengatakan, operasional penyelenggaraan haji hingga hari ke-26 berjalan aman, tertib, dan terkendali. Seluruh elemen layanan disebut mulai dikonsolidasikan di Makkah dan kawasan Armuzna.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji reguler Indonesia kini telah berada di Makkah. Ini menjadi fase penting karena seluruh energi layanan mulai difokuskan untuk memastikan jemaah siap menghadapi puncak ibadah haji dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Suci Annisa di Makkah, Sabtu (16/5/2026).

Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 430 kelompok terbang (kloter) dengan total 166.269 jemaah dan 1.717 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 418 kloter yang terdiri atas 161.591 jemaah dan 1.672 petugas telah tiba di Makkah. Sementara untuk jemaah haji khusus, tercatat sebanyak 11.739 orang sudah berada di Tanah Suci.

Pemerintah juga mulai mengalihkan kekuatan petugas dari Madinah menuju Makkah guna memperkuat layanan menjelang Armuzna. Penguatan dilakukan pada berbagai sektor vital, mulai dari transportasi, konsumsi, akomodasi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga layanan pembinaan ibadah.

“Petugas bergerak mengikuti kebutuhan jemaah. Ketika seluruh jemaah terkonsentrasi di Makkah, maka penguatan layanan juga dipusatkan di Makkah dan Armuzna,” kata Suci.

Kementerian Haji dan Umrah bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kini terus mematangkan seluruh skema operasional Armuzna. Persiapan mencakup finalisasi manifest jemaah, pengaturan mobilitas, kesiapan armada bus, tenda, distribusi konsumsi, hingga layanan kesehatan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi agar pelaksanaan ibadah berjalan aman dan lancar.

Di tengah meningkatnya intensitas ibadah, pemerintah mengimbau jemaah mulai menjaga kondisi fisik dengan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di luar hotel pada siang hari yang bersuhu ekstrem.

“Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar ibadah. Armuzna membutuhkan stamina yang baik, karena itu jemaah perlu mengatur tenaga sejak sekarang dan tidak memaksakan diri,” ujar Suci. (saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cegah Gangguan Kamtibmas, Polisi Siagakan 22 Pos Pantau di Kota Tangerang
• 18 jam laludetik.com
thumb
Lintasarta Dorong Keamanan Siber sebagai Strategi Inti Ketahanan Perbankan di Era Digital
• 10 jam lalumediaapakabar.com
thumb
BRIN-DPR dorong penguatan jurnalisme sains, cegah disinformasi ilmiah
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Iran Susun Tarif Baru Bagi Kapal yang Lewati Selat Hormuz, Trump Beri Peringatan
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dam Haji di Indonesia jadi Pilihan Sejumlah Jemaah, Ini Pertimbangannya
• 14 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.