JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto menegaskan, tidak ada tuduhan kecurangan dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Abraham menyebutkan, kontroversi yang terjadi dalam cerdas cermat itu hanyalah kesalahpahaman.
"Saya kira tidak ada tuduhan curang dari dan bagi pihak manapun. Yang terjadi hanya kesalahpahaman, dan mereka ingin meluruskan dan memastikan itu lewat protes tadi," ujar Abraham kepada Kompas.com, Minggu (17/5/2026).
Baca juga: SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar MPR, Tepis Tuduhan Curang
Abraham mengatakan, MPR justru menyayangkan juri dan MC yang tidak memberi waktu untuk mencari kebenaran ketika pihak SMAN 1 Pontianak melayangkan protes.
Sebab, dalam final LCC 4 Pilar itu, ketika SMAN 1 Pontianak memrotes keputusan juri, MC dan juri kompak menekankan kewenangan mereka sebagai pemberi nilai.
"Sayangnya juri dan pembawa acara tidak memberikan ruang dan waktu yang banyak untuk mencari kebenaran tersebut. Tapi lebih menekankan pada hak dan kewenangan dewan juri dalam menentukan nilainya," tutur Abraham.
"Inilah akar permasalahan sehingga terjadi polemik yang panjang dan viral, dan sebenarnya tidak sesuai dengan tujuan sosialisasi 4 Pilar tersebut," imbuh dia.
Baca juga: Alasan SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Empat Pilar MPR RI
SMAN 1 Sambas bantah curangSebelumnya, pihak SMAN 1 Samba, peserta LCC Empat Pilar MPR yang diuntungkan karena keputusan juri, menyatakan tidak melakukan kecurangan.
"Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas," tulis pihak sekolah, dikutip dari Instagram resmi mereka, Sabtu (16/5/2026).
Pihak sekolah meyakini tim LCC SMAN 1 Sambas telah mengikuti kompetisi sesuai tata tertib yang ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba.
Baca juga: Pengamat Nilai Final LCC di Kalbar Tidak Cerminkan Semangat 4 Pilar MPR
Sekolah juga menegaskan peserta bertanding secara sportif selama perlombaan berlangsung.
SMAN 1 Sambas pun menolak pertandingan ulang final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang diputuskan oleh MPR.
“SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang provinsi Kalimantan Barat. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri menghormati proses yang sedang berlangsung dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana objektif serta berkeadilan,” tulis mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




