Penjelasan Bea Cukai soal Heboh Pemeriksaan Kartu Pokemon di Bandara Soetta

detik.com
23 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Viral beredar di media sosial seorang wanita berinisial JES mempersoalkan pemeriksaan petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) terhadap kartu Pokemon miliknya yang dibeli di luar negeri. Bea Cukai buka suara mengenai hal itu.

Bea Cukai menjelaskan kronologi pemeriksaan terhadap JES di Bandara Soetta. Mulanya petugas Bea Cukai Soetta melakukan pemeriksaan atas bagasi milik JES yang tiba dari luar negeri.

Baca juga: Terungkap Perkara Tas Lululemon Dicuri Oknum Kargo Bandara Soetta

Bea Cukai menyampaikan pemeriksaan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas indikasi citra X-Ray yang menunjukkan adanya Kartu Pokemon dalam jumlah yang banyak di dalam koper penumpang.

Bea Cukai merujuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2025 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut. Disebutkan, setiap barang impor yang dibawa oleh penumpang wajib diberitahukan kepada petugas Bea dan Cukai untuk dilakukan pemenuhan kewajiban pabean.

"Sesuai regulasi yang berlaku, setiap penumpang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk atas barang pribadi sebesar USD 500 per orang. Namun, fasilitas pembebasan ini tidak berlaku apabila barang bawaan tersebut dikategorikan sebagai barang dagangan atau commercial goods," kata Bea Cukai dalam keterangan di Instagram resmi @beacukairi, Minggu (17/5/2026).

Dari hasil citra X-Ray dan sistem manajemen risiko, Bea Cukai mendeteksi adanya indikasi kuat aktivitas jasa titipan (jastip). Bea Cukai kemudian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan JES.

"Indikasi sebagai jastip didasarkan pada data perlintasan yang menunjukkan penumpang yang bersangkutan melakukan perjalanan luar negeri dengan frekuensi tinggi dalam waktu yang berdekatan. Hasil pemantauan berbasis risiko terhadap aktivitas penawaran barang belanjaan luar negeri pada akun media sosial milik yang bersangkutan," kata Bea Cukai.

"Dari pemeriksaan mendalam tersebut diketahui bahwa penumpang JES membawa Kartu Pokemon dalam jumlah yang signifikan. Sebagai petugas yang dituntut untuk mengamankan hak-hak negara melalui sektor penerimaan, maka dilakukan konfirmasi dan verifikasi terhadap yang bersangkutan dan atas barang yang dibawanya untuk membuktikan pembelian dan penggunaannya," tambahnya.




(dvp/fca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkomdigi: Deepfake Makin Ancam Ketahanan Negara hingga Global
• 25 menit lalukumparan.com
thumb
Bunda PAUD Jeneponto Buka Resmi Manasik Haji Cilik 2026, Diikuti Ribuan Anak Usia Dini
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Mixed Signal: Capeknya Menjalani Hubungan Tanpa Kepastian
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Rakyat India Diminta Tak Beli Emas selama Setahun, Kenapa?
• 6 jam laludetik.com
thumb
Jalan Poros Jeneponto Mencekam, Konten Kreator Asal Bantaeng Dihadang Pria Bersajam
• 35 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.