FAJAR, JENEPONTO – Seorang konten kreator asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Mammy Badar, mengaku mengalami penghadangan oleh pria tak dikenal membawa senjata tajam di Jalan Poros Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Minggu malam 17 Mei 2026.
Peristiwa itu terjadi saat Mammy bersama anak dan sopirnya dalam perjalanan dari arah Makassar menuju Bantaeng usai mengantar ikan colek dagangan onlinenya.
Mammy mengaku, pelaku beberapa kali menghadang kendaraan mereka di tengah jalan menggunakan sepeda motor matic.”Saya sementara baring-baring dan tidak bisa tidur karena sudah minum kopi strong. Saya dihadang beberapa kali, pelaku di pinggir jalan stand by, saya tidak berani buka kaca,” ujarnya kepada FAJAR, Senin 18 Mei 2026.
Menurutnya, pelaku terus mengejar mobil yang ditumpanginya dan meminta mereka berhenti.
“Kita dikejar terus dan disuruh berhenti, setelah kita disalip dia tinggal motornya di tengah jalan, baru bawaki pisau,” katanya.
Saking paniknya, Mammy lantas membaca banyak doa agar terhindar dari merabahaya.”Habis mentommi baca-bacaku tadi malam, saya bilang ke supirku bawa mobil baik-baik nanti saya yang baca-baca,” tuturnya.
Setelah menjauh dari lokasi penghadangan, Mammy langsung melakukan siaran langsung melalui akun Facebook pribadinya, Badar Akbar.
Siaran langsung itu kemudian terpantau oleh Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto yang langsung mengarahkan korban menuju Mapolres Jeneponto. Namun setibanya di Polres, Mammy belum sempat membuat laporan resmi karena masih dalam kondisi trauma.
“Saya tenangkan perasaanku di Polres, lututku juga bergetar, setelah berhenti berdetak-detak jantungku baru jalan. Saya dikawal Tim Resmob sampai Bantaeng,” ungkapnya.
Ia mengaku baru pertama kali mengalami kejadian seperti itu meski kerap melakukan perjalanan malam untuk mengantar ikan.”Ini baru pertama kali mengalami kejadian ini, biasa sampai jam 3 malam sampai di Pangkep antar ikan, aman,” katanya.
Mammy berharap pelaku bisa segera ditangkap agar kejadian serupa tidak kembali terulang.”Semoga tidak ada terjadi lagi ke depannya. Semoga bisa didapat itu pelaku, apa tujuannya begitu sementara saya juga tidak kenal itu pelaku,” pintanya.
Sementara itu, Dantim Pegasus Resmob Polres Jeneponto, Aiptu Abdul Rasyad membenarkan adanya kejadian tersebut.”Kejadiannya jam 23.30 Wita di sekitar Karamaka, Kecamatan Bangkala Barat,” ujar Rasyad.
Ia menambahkan, pihaknya langsung memberikan pengawalan terhadap korban hingga tiba di Kabupaten Bantaeng.”Kami kawal korban sampai ke Bantaeng start dari Polres Jeneponto jam 1 dini hari,” pungkasnya. (map)





