JENEWA, KOMPAS.TV – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan status Darurat Kesehatan Global (Public Health Emergency of International Concern) atas wabah penyakit Ebola yang saat ini tengah melanda Republik Demokratik Kongo dan negara tetangganya, Uganda.
Keputusan ini diambil secara resmi oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, setelah menerima laporan adanya lebih dari 300 kasus suspek dan 88 korban jiwa akibat virus mematikan tersebut.
Baca Juga: Pertama Kali Sejak 2022, Perawat Rumah Sakit di Uganda Meninggal Dunia Karena Virus Ebola
Dikutip dari Associated Press, Minggu (17/5/2026), meski status darurat global telah diberlakukan, WHO menegaskan lewat pernyataan resminya di platform X bahwa wabah Ebola saat ini tidak memenuhi kriteria darurat pandemi besar seperti halnya Covid-19.
Oleh karena itu, pihak WHO mengimbau negara-negara di dunia untuk tidak melakukan penutupan perbatasan internasional.
Penyebaran Meluas ke Ibu KotaKekhawatiran mengenai meluasnya wabah ini meningkat setelah satu kasus yang dikonfirmasi melalui laboratorium ditemukan di ibu kota Kongo, Kinshasa.
Wilayah ini berjarak sekitar 1.000 kilometer dari pusat penularan utama yang berada di Provinsi Ituri, wilayah timur Kongo.
Selain itu, sejumlah kasus suspek baru juga mulai dilaporkan di Provinsi Kivu Utara, salah satu wilayah dengan populasi terpadat di Kongo yang berbatasan langsung dengan Ituri.
Ebola sendiri dikenal sebagai penyakit yang sangat menular dan dapat menyebar secara cepat melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien, seperti muntah, darah, atau air mani.
Penyakit ini tergolong langka, namun memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi bagi penderitanya.
Baca Juga: Kronologi Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Begini Rangkaian Peristiwanya
Otoritas kesehatan mengungkapkan bahwa wabah kali ini dipicu oleh Virus Bundibugyo.
Varian ini merupakan jenis Ebola langka yang hingga saat ini belum memiliki obat terapeutik maupun vaksin yang disetujui secara resmi.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Associated Press
- ebola kongo uganda
- darurat global who
- wabah ebola terbaru
- virus bundibugyo
- darurat kesehatan global
- gejala ebola




