Sehari setelah resmi dirilis pada Sabtu (16/5), stok jam saku Royal Pop Audemars Piguet X Swatch masih kosong di dua gerai penjualan di Jakarta. Hal ini dikonfirmasi oleh staf gerai Swatch di Grand Indonesia pada Minggu (17/5).
Di Jakarta, jam saku Royal Pop hanya tersedia di dua gerai, yaitu Swatch Grand Indonesia dan Swatch Pacific Place. Antusiasme para kolektor dan pencinta jam tangan sangat tinggi terhadap produk kolaborasi dua brand Swiss ini. Sebab, jam saku ini dikabarkan habis terjual hanya dalam satu jam pertama.
Calon pembeli pun memadati kedua mal di hari pertama. Bahkan, di Grand Indonesia, bagian depan hingga dalam bangunan dipenuhi oleh orang mengantre demi membeli jam saku seharga Rp 7–8 juta ini.
Namun, menurut pantauan kumparanWOMAN pada hari kedua, Grand Indonesia tampak sepi dari antrean pembeli. Cuma ada beberapa orang yang mengantre sedari pagi. Ketika memasuki gerai pun, hanya segelintir pengunjung yang menanyakan ketersediaan stok. Seorang warga negara asing pun sempat datang untuk bertanya, tetapi keluar gerai dengan tangan kosong.
Staf di Swatch Grand Indonesia, Dimas, mengatakan bahwa ternyata stok jam saku ini masih kosong di hari kedua. Pun dengan di gerai Pacific Place dan berbagai negara lainnya. Meski begitu, dia mengatakan, jam Royal Pop akan kembali dijual dan masyarakat akan bisa membelinya.
“Belum tahu datangnya kapan (jam saku Royal Pop). Untuk saat ini infonya, barangnya akan tersedia lagi. Jadi, customer yang belum dapat kemungkinan akan bisa beli. Tapi untuk kapan barangnya akan datang, kami belum tahu,” ucap Dimas kepada kumparanWOMAN.
Seorang pengantre bernama Nanda mengatakan, awalnya dia tetap berusaha mengantre karena mengira stoknya masih ada.
“Saya kurang tahu masih ada atau tidak, tapi harusnya (stoknya) ada, ya. Saya pas datang ke sini (Swatch) kemarin, dibilang akan restock lagi, tapi dalam satu hari dikasih jatah hanya 50 unit,” jelasnya.
Jam saku Royal Pop Audemars Piguet X Swatch langsung menarik perhatian sejak diumumkan pertama kali pada April 2026. Kolaborasi antara dua brand ternama Swiss ini cukup unik karena melahirkan siluet jam yang cukup berbeda, yaitu pocket watch. Jam saku ini terinspirasi dari siluet jam saku ikonis Audemars Piguet, Royal Oak, dan warna-warna playful dari jam tangan Swatch POP pada era ‘80-an.
Royal Pop hadir dalam delapan warna dan dua jenis konfigurasi, yaitu Lepine dengan crown yang terletak di arah jam 12 serta Savonnette dengan crown yang terletak di arah jam 3. Di Indonesia, jam ini dijual dengan rentang harga Rp 7–8 juta.





