Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menilai berbagai inovasi di sektor pangan dan energi yang dikembangkan jajaran kepolisian menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah situasi global yang penuh tekanan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II/2026, peletakan batu pertama 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Kabupaten Tuban, Sabtu (16/5/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi terobosan yang dilakukan Polri, terutama pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi sumber energi alternatif berupa briket arang.
“Indonesia punya putra-putri yang inovatif yang tidak menyerah yang berani mencari ilmu karena kalian dekat sama rakyat, kalian dekat sama kampus, kalian dekat sama insinyur sarjana-sarjana itu makanya kalian tau ini luar biasa,” ujar Prabowo.
Ia mengaku terkesan dengan pengembangan teknologi pengolahan limbah pertanian yang menurutnya dapat menjadi jawaban atas tantangan energi di masa depan. Menurut Prabowo, pemanfaatan tongkol jagung menjadi bahan bakar alternatif merupakan inovasi yang sebelumnya tidak banyak diperhitungkan.
“Briket arang dari tongkol ini nanti, ya saya setuju miracle-miracle ini ya,” katanya.
Baca Juga
- Prabowo Apresiasi Polri Bangun Gudang Pangan dan 166 SPPG Baru
- Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung Nasional dan Peluncuran 166 SPPG Polri di Tuban
- Kapolri Perkuat Peralatan Anggota, Ada Pakaian Anti-panah hingga Molotov
Kepala Negara juga sempat berseloroh mengenai banyaknya tamu asing yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengatakan inovasi Indonesia di bidang pangan dan energi akan menarik perhatian negara lain.
“Jangan diterjemahkan biar dia meraba-raba aja dia berharap dia ngerti nanti dia catat-catat briket arang apa itu arang nanti dia buka chat GPT,” ucap Prabowo disambut tawa peserta acara.
Selain briket dari limbah jagung, Prabowo turut menyoroti inovasi pupuk berbahan batu bara kalori rendah yang dinilainya berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku pupuk.
“Pupuk dari batubara ini juga luar biasa ini mukjizat juga menurut saya pupuk kalori rendah kita bisa bikin apa, batubara kalori rendah kita bisa bikin pupuk luar biasa,” ujarnya.
Prabowo berharap pengembangan pupuk tersebut nantinya dapat dipadukan dengan pupuk organik berbasis nabati agar Indonesia memiliki sistem produksi pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Menurut dia, langkah-langkah inovatif di sektor pertanian dan energi harus segera diterapkan secara nyata, bukan hanya berhenti pada tahap konsep.
“Saya minta ini ya diimplementasi konsep temuan bagus kalau tidak bisa kita wujudkan, nah itu kuncinya di situ,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menegaskan bahwa sektor pangan merupakan persoalan strategis yang berkaitan langsung dengan masa depan bangsa. Karena itu, seluruh upaya untuk menjaga dan meningkatkan produksi pangan dinilai sebagai bagian penting dalam memperkuat kedaulatan nasional.
“Apapun yang kau buat untuk mengamankan dan meningkatkan produksi pangan kita itu berarti anda mengamankan masa depan kita kedaulatan kita,” tutur Prabowo.





