Duel Udara Memanas, Sukhoi Su-35 Rusia Diklaim Lumpuhkan F-16 Ukraina

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Duel udara antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah jet tempur Sukhoi Su-35 milik Moskow diklaim berhasil melumpuhkan pesawat F-16 Ukraina di tengah konflik yang masih berkecamuk.

Insiden ini menjadi sorotan dunia karena disebut-sebut sebagai pertama kalinya jet tempur buatan Barat itu jatuh dalam pertempuran udara melawan Rusia.

Laporan ISNA, insiden ini disebut menjadi tonggak penting dalam perang Rusia-Ukraina, karena sebelumnya Kyiv belum pernah merilis laporan mengenai jatuhnya F-16 dalam pertempuran melawan Rusia.

BACA JUGA:Teken Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama ke-14, Dorong Tindak Lanjut Penguatan Kerja Sama Indonesia-Rusia

Kali ini, kabar tersebut juga telah dikonfirmasi oleh sejumlah media Ukraina.

Mengutip situs berita Military Watch Magazine, Su-35 Rusia merupakan jet tempur yang lebih canggih, hasil pengembangan dari Su-27 era Soviet.

Pesawat ini memang dirancang untuk mengungguli jet tempur NATO seperti F-15 dan F-16, serta telah menunjukkan kemampuan tinggi dalam berbagai simulasi pertempuran.

BACA JUGA:Jadwal Liga Inggris Liverpool vs Chelsea: Duel Krusial di Anfield Pekan Ke-36BACA JUGA:Menko Airlangga dan Rusia Bahas Kerja Sama Strategis, Fokus Perdagangan, Energi hingga Pertanian

Sementara itu, F-16 dirancang pada era Perang Dingin sebagai versi yang lebih ringan dan murah dibandingkan jet tempur F-15 milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini merupakan jet tempur ringan bermesin tunggal.

Laporan dari sumber Ukraina menyebutkan bahwa angkatan udara negara tersebut kini terpaksa mengubah taktik penggunaan F-16 akibat dominasi udara Rusia yang signifikan.

BACA JUGA:Jadwal Liga Inggris Liverpool vs Chelsea: Duel Krusial di Anfield Pekan Ke-36BACA JUGA:Kedekatan Prabowo dan Teddy Disinggung Reza Indragiri, Soroti Kebijakan Rusia yang Tegas terhadap OPM

Pada Januari lalu, seorang pilot F-16 Ukraina mengungkap adanya perubahan taktik operasional.

Ia menyebut jet tempur Su-35 dan Su-57 Rusia, serta pesawat pencegat MiG-31, menjadi ancaman udara utama karena rutin melakukan patroli tempur di ketinggian tinggi sambil menunggu jet Ukraina lepas landas.

Akibatnya, jet F-16 Ukraina tidak bisa lagi beroperasi di ketinggian tinggi dan dipaksa menerapkan strategi “terbang rendah” untuk menghindari deteksi dan serangan Rusia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi "Heran": Orang-Orang Cari Uang Setiap Hari dari Puncak Lewat Hotel, Vila dan Restoran, tapi Jalannya Kotor
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Sempat Dicuri, 50 Lampu PJU di Jaktim Kini Kembali Menyala
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Beban Utang dan Tekanan Valas Bayangi APBN Triwulan II-2026
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Kapolda Sumsel Resmikan Car Free Day di Lahat, Dukung Program Pemerintah
• 12 jam laludetik.com
thumb
Tekanan Belum Mereda, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.850 Pekan Depan
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.