Awas, Telat Menikah Bisa Ganggu Reproduksi dan Memperkecil Peluang Kehamilan

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Faktor usia pasangan suami istri, khususnya perempuan, bisa mengganggu proses reproduksi. Bahkan gangguan itu menjadi salah satu penentu utama keberhasilan program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF).

Itu disampaikan oleh Dokter Konsultan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan), Prof. Nusratuddin Abdullah. Kata dia, perempuan berusia di atas 35 tahun dianggap perlu mulai memperhatikan kondisi reproduksinya secara serius. Sementara usia di atas 38 tahun, disarankan segera menentukan langkah program kehamilan yang tepat, termasuk mempertimbangkan program bayi tabung.

“Promil bayi tabung itu yang paling penting diperhatikan sebenarnya adalah pasangan, usia pasangan suami istri, terutama ibunya. Secara teoritis, usia lebih dari 35 tahun itu sudah harus hati-hati, dan lebih dari 38 tahun itu betul-betul sudah harus mempunyai keputusan untuk menentukan program apa yang harus diambil,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, seiring bertambahnya usia, cadangan sel telur pada perempuan akan semakin menurun. Sehingga, peluang kehamilan juga akan ikut berkurang.

“Terutama usia lebih dari 38 tahun itu memang jika mereka mampu, sebaiknya masuk ke program bayi tabung. Karena semakin bertambah usia, semakin berkurang cadangan sel telurnya, semakin berkurang kesempatan hamilnya,” lanjutnya.

Selain faktor usia, Nusratuddin juga menyoroti kondisi endometriosis yang dinilai menjadi salah satu gangguan reproduksi yang perlu mendapat perhatian khusus. Penyakit tersebut disebut dapat merusak kualitas dan jumlah cadangan sel telur perempuan.

“Pada ibu-ibu itu kondisi yang paling penting diperhatikan adalah penyakit endometriosis. Endometriosis ini misalnya berupa kista yang sangat merusak sel telur. Orang yang menderita endometriosis akan mempunyai cadangan ovarium yang berkurang,” jelasnya.

Dia menyarankan, perempuan dengan endometriosis dan cadangan ovarium yang masih memungkinkan untuk segera menjalani program kehamilan. Namun, keputusan tindakan medis tetap harus mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh.

“Kalau cadangan ovariumnya masih memungkinkan untuk dilakukan promil, secepatnya saja lakukan program bayi tabung. Tetapi kalau ternyata kistanya besar, mungkin pilihan operasi lebih dulu dilakukan. Pilihan antara operasi maupun promil bayi tabung sangat tergantung cadangannya,” tuturnya.

Nusratuddin juga menyinggung faktor kualitas sperma pria sebagai salah satu penentu keberhasilan pembuahan dalam program bayi tabung. Menurutnya, standar utama yang diperhatikan adalah jumlah sperma dengan pergerakan yang baik.

“Standar sperma yang normal sebenarnya menurut kriteria yang paling penting adalah berapa persen sperma yang bergerak bagus. Dianggap bahwa kurang dari satu juta sperma yang bergerak bagus, maka harus bayi tabung,” ujarnya.

Kemudian, Prof Tono Djuwantono menekankan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi sebagai langkah pencegahan gangguan kesuburan. Dia menilai, masyarakat perlu memahami fungsi reproduksi sejak dini agar dapat mencegah masalah yang berujung pada penanganan medis dengan biaya besar.

“Intinya, bagaimana orang itu memperhatikan fungsi reproduksinya. Karena begitu ada kelainan reproduksi, biayanya mahal sekali. Oleh karena itu, kita mengadakan edukasi di Nusraya ini bukan hanya pengobatan saja, tapi pencegahan juga kita perhatikan,” katanya.

Menurutnya, Nusraya Fertility Center ingin menghadirkan layanan fertilitas yang mampu menekan tingginya angka masyarakat Indonesia yang mencari pengobatan ke luar negeri. “Kita sebetulnya ingin mengisi, karena masih banyak yang berobat ke luar negeri. Kita ingin memberikan solusi itu di Nusraya Fertility Center ini,” tuturnya.

Dia menambahkan, langkah pencegahan sederhana dapat dimulai dari pemahaman terhadap siklus menstruasi, hingga gejala gangguan reproduksi yang sering diabaikan perempuan.

“Paling sedikit masyarakat harus mengerti siklus haid dan juga nyeri haid, itu penting sekali. Jangan sampai keputihan berlanjut karena sekitar 40 persen kelainan itu berasal dari saluran telur,” tutupnya. (wid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Igor Tolic Tak Gentar dengan Teror Suporter PSM Makassar di Stadin Bj Habibie
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Ada kegiatan lari, 13 rute Transjakarta beroperasi mulai pukul 10.00
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Logika Terbalik John Herdman Peringatkan Pesaing Garuda di Piala Asia 2027: Percayalah, Jepang dan Thailand Gemetar Lihat Pot Timnas Indonesia
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Penumpang KAI Tembus 923 Ribu saat Libur Panjang
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Klasemen Moto3 2026 Usai GP Catalunya: Veda Ega Pratama Ancam Tiga Besar, Maximo Quiles Tak Tersentuh di Puncak
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.