Penyesuaian Harga BBM & Tiket Pesawat: White Horse (WEHA) Genjot Layanan Antar Jemput Karyawan

bisnis.com
21 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Weha Transportasi Indonesia Tbk. (WEHA) menyesuaikan strategi bisnis dengan memperluas layanan shuttle seiring kebijakan penyesuaian harga BBM non subsidi dan tiket pesawat.

Direktur Finance & Accounting WEHA Edgar Surjadi mengatakan hingga kini penyesuaian harga BBM non subsidi belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja. Namun demikian, dia tetap mewaspadai dampak ketidakpastian geopolitik global yang berimbas pada kenaikan harga BBM domestik. 

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menekan biaya operasional, khususnya pada pengadaan suku cadang kendaraan. 

"Kenaikan harga BBM mendorong perusahaan dan institusi pendidikan untuk mencari solusi transportasi yang lebih efisien, sehingga membuka ruang bagi perseroan untuk memperluas layanan antar jemput karyawan dan pelajar," ujarnya kepada Bisnis dikutip, Minggu (15/5/2026).

Selain itu, lanjutnya, dengan tren kenaikan harga tiket pesawat diperkirakan mengubah pola perjalanan masyarakat ke moda transportasi darat yang lebih ekonomis. Kondisi ini dinilai menjadi katalis positif bagi lini bisnis intercity shuttle perseroan yang menawarkan rute ke berbagai kota besar di Pulau Jawa dengan harga kompetitif.

Sementara itu, di lini angkutan antarkota, perseroan akan melakukan uji coba penggunaan kendaraan listrik sebagai strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. WEHA juga menyiapkan penambahan 30 unit armada baru pada tahun ini dengan alokasi belanja modal sekitar Rp21 miliar.

Baca Juga

  • Konflik Timur Tengah, White Horse (WEHA) Waspada Harga BBM Naik
  • White Horse Group (WEHA) Tebar Dividen Rp6 per Saham, Intip Jadwalnya
  • Strategi White Horse (WEHA) Borong Armada untuk Dongkrak Kinerja

Sisi lain perseroan juga melihat pergeseran preferensi wisata masyarakat ke destinasi domestik sebagai peluang strategis bagi Explorer.ID untuk memperluas penjualan paket open trip ke berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

Adapun perseroan membukukan pertumbuhan top line sebesar 18% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp82 miliar pada kuartal I/2026. Sementara itu, bottom line melonjak hingga 86% menjadi Rp4,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga meningkat 23% dari Rp18,4 miliar menjadi Rp22,6 miliar.

Seluruh lini bisnis mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Segmen intercity shuttle menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan pendapatan 31% menjadi Rp55 miliar dari sebelumnya Rp41,9 miliar.

Di sisi lain, segmen open trip turut tumbuh 12% menjadi Rp1,9 miliar. Sementara lini bus charter mencatat pendapatan Rp25,7 miliar, sedikit menyesuaikan dibandingkan Rp26,6 miliar pada kuartal I/2025.

Kinerja impresif tersebut ditopang momentum Lebaran 2026 yang jatuh pada awal tahun. Tingginya permintaan armada bus untuk program mudik bersama dari kalangan korporasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan.

Memasuki kuartal kedua tahun ini, perseroan optimistis momentum pertumbuhan masih akan berlanjut. Untuk keseluruhan tahun 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 11% baik untuk pendapatan maupun laba bersih.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FOMO: Saat Penghias Menjadi Prioritas
• 1 jam laludetik.com
thumb
Iran Berusaha Kembali Raup Keuntungan di Selat Hormuz, Bakal Kenakan Biaya untuk Kabel Bawah Laut
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Puncak Arus Balik Long Weekend, Volume Kendaraan Diprediksi Meningkat 8,1 Persen
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelindo Parepare Siagakan Layanan Pelabuhan Jelang Iduladha 2026
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Tangis Ibu Jirayut Pecah, Akui Tinggalkan Anak Setahun Demi Kabur dari Rumah Tangga Penuh KDRT
• 25 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.