Dari KF-21 Boramae Hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menegaskan Korea Selatan tetap menjadi salah satu mitra strategis utama dalam kebijakan luar negeri Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri Dr. Santo Darmosumarto dalam acara sosialisasi Lomba Menulis yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) bertema ’’Kemitraan Strategis RI-Korsel 2026: Pertahanan, AI, dan Pengembangan SDM’’ di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

BACA JUGA: AAIBI-KOSA Sepakat Bangun Sinergi Pengembangan AI Indonesia-Korea Selatan

Santo menilai hubungan kedua negara memiliki dimensi strategis yang makin luas, mulai dari ekonomi, industri pertahanan, hingga penguatan stabilitas kawasan.

Menurut Santo, Korea Selatan bukan sekadar mitra ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi special strategic partner bagi Indonesia dengan hubungan historis yang kuat.

BACA JUGA: BNI Raih Penghargaan Mitra Strategis Kampus Digital di Anugerah Diktisaintek 2025

"Korea Selatan selalu menjadi negara strategis bagi Indonesia. Tidak hanya karena investasi dan perdagangan, tetapi juga kerja sama yang bersifat historis, termasuk pengalaman demokratisasi, governance, hingga pembelajaran pembangunan ibu kota baru,” ujar Santo.

Dalam arsitektur geopolitik Indo-Pasifik yang semakin kompetitif, Indonesia dan Korea Selatan dipandang memiliki posisi serupa sebagai middle power yang berperan menjaga keseimbangan kawasan.

BACA JUGA: Kementerian P2MI Teken MoU & PKS dengan 14 Mitra Strategis untuk Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Santo menjelaskan bahwa kedua negara bersama Australia pernah dikenal dalam konsep kerja sama negara menengah dengan akronim KIA (Korea, Indonesia, Australia), kelompok negara yang memiliki perspektif sejalan dalam menjaga stabilitas regional.

"Negara-negara middle power dapat menjadi motor kerja sama kawasan sekaligus penyeimbang di tengah dinamika kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Jepang,” jelas Dubes RI untuk Kamboja tahun 2023-2026 ini.

Pascakunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Seoul beberapa waktu lalu, pemerintah menegaskan tidak ada perubahan dalam cara Indonesia memandang Korea Selatan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia untuk memastikan Korea Selatan tetap berada di “halaman pertama” diplomasi ekonomi dan strategis Indonesia.

"Kunjungan Presiden membawa sinyal yang sangat jelas bahwa Korea Selatan tetap menjadi destinasi penting bagi Indonesia, baik dalam investasi, perdagangan, industrialisasi, maupun kerja sama pertahanan,” katanya.

Salah satu simbol penting kemitraan strategis kedua negara adalah proyek pengembangan pesawat tempur bersama KF-21 Boramae.

Menurut Santo, kerja sama tersebut memiliki arti strategis bagi kemandirian industri pertahanan Indonesia, namun harus dilihat dalam kerangka integrasi yang lebih luas.

Indonesia saat ini menjalin kerja sama pertahanan dengan berbagai negara, termasuk Prancis, Turki, dan Tiongkok.

Oleh karena itu, tantangan utama bukan sekadar memiliki banyak mitra, tetapi memastikan seluruh sistem pertahanan nasional dapat terintegrasi.

"Yang penting adalah bagaimana berbagai kerja sama dari banyak sumber itu bisa menjadi satu sistem yang integratif dan berfungsi secara keseluruhan bagi pertahanan nasional,” tegas Santo yang menjadi salah satu juri Lomba Menulis ISDS ini.

Dia menilai penyelenggaraan lomba menulis strategis memiliki relevansi yang semakin besar di tengah era informasi digital yang serba cepat dan minimalis.

Santo juga menyoroti bahwa kreativitas intelektual manusia tetap memiliki peran penting di tengah berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI).

Menurutnya, pemikiran yang tidak selalu linear atau bahkan terlihat tidak logis justru sering melahirkan terobosan besar dalam sejarah strategi dan keamanan global.

Dia mencontohkan konsep nuclear deterrence, yang pada awal kemunculannya dianggap paradoksal karena gagasan bahwa kepemilikan senjata nuklir dapat menciptakan perdamaian tampak bertentangan dengan logika umum.

“Dahulu konsep deterrence nuklir terasa tidak masuk akal, bagaimana senjata pemusnah massal justru menciptakan stabilitas? Tapi sejarah menunjukkan konsep itu menjadi salah satu faktor pencegah konflik besar antar negara,” kapanya.

Karena itu, Santo menilai lomba menulis strategis bukan sekadar kompetisi akademik, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kapasitas pemikiran strategis nasional.

Untuk diketahui, Lomba menulis ISDS ini dimulai pada 17 April hingga 7 Juni 2026 yang bisa diikuti seluruh kalangan masyarakat yang usianya di atas 17 tahun. Info selengkapnya tentang lomba ada di https://bit.ly/Lomba-RI-Korsel dan pengumuman 18 pemenang lomba akan dilakukan pertengahan Juni 2026.

Adapun, CEO sekaligus Co-Founder Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Dwi Sasongko menilai penyelenggaraan lomba menulis tersebut merupakan bagian dari pendekatan diplomasi publik yang relevan di era hubungan internasional modern.

Menurutnya, penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan tidak hanya bergantung pada kerja sama antar pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat melalui jalur people-to-people engagement.

"Melalui kompetisi menulis ini, kami ingin membuka ruang partisipasi publik agar masyarakat dapat memahami dinamika kerja sama strategis tersebut secara lebih kritis, sekaligus ikut berkontribusi dalam membangun gagasan yang konstruktif bagi kepentingan nasional,” ujar Dwi.

Sebagai Ketua Panitia Lomba Menulis ISDS, ia menekankan pentingnya membangun literasi strategis nasional di tengah arus informasi global yang semakin cepat.

Menurutnya, masyarakat perlu didorong untuk tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi mampu menghasilkan analisis, perspektif kebijakan, serta pemikiran inovatif mengenai posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Basarnas Evakuasi Kru Kapal Pesiar Asal Filipina yang Sakit di Selat Benggala
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Prediksi PSM Vs Persib di BRI Super League: Ambisi Maung Bandung Muluskan Gelar Ketiga Beruntun
• 17 jam lalubola.com
thumb
WNI Asal Prabumulih Disekap dan Dianiaya di Malaysia
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Sebut Brasil hingga India Ingin Impor Pupuk dari Indonesia
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Modal Rp 300 Ribu, Rena Bangun Maminom Snack hingga Bisa Beli Rumah dan Tanah
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.