ASDP Catat Lonjakan Penumpang Merak-Bakauheni hingga 60,7% saat Libur Panjang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat kenaikan jumlah penumpang maupun kendaraan selama libur panjang atau long weekend Kenaikan Yesus Kristus pekan ini. Lintasan Jawa–Sumatera dan Bali mendapat lonjakan jumlah penumpang tertinggi.

Berdasarkan data periode Rabu (13/5) hingga Minggu (17/5) pukul 14.00 WIB, lintasan Merak–Bakauheni tercatat melayani sebanyak 133.248 penumpang dan 36.647 kendaraan. Sementara pada arus balik Bakauheni–Merak, ASDP melayani 118.383 penumpang dan 32.994 kendaraan.

Lonjakan trafik tertinggi terjadi pada Kamis (14/5), dengan kenaikan sebesar 60,7 persen untuk penumpang dan 41,5 persen kendaraan di lintasan Merak–Bakauheni. Sebaliknya, pada arus balik Bakauheni–Merak, trafik penumpang meningkat 19,5 persen dan kendaraan naik 18,3 persen.

Tingginya mobilitas juga terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. ASDP melayani 96.858 penumpang dan 26.258 kendaraan, meningkat masing-masing 47,1 persen untuk penumpang dan 25,1 persen kendaraan pada Kamis (14/5). Sementara pada arus balik Gilimanuk–Ketapang, tercatat sebanyak 90.759 penumpang dan 26.317 kendaraan terlayani dengan baik, dengan kenaikan trafik penumpang mencapai 33,2 persen dan kendaraan 11,4 persen.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyampaikan bahwa momentum libur panjang menjadi refleksi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan yang semakin modern, tertib, dan terintegrasi.

“Transformasi layanan yang dilakukan ASDP beberapa tahun terakhir mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bepergian. Ferry kini menjadi bagian penting dari gaya perjalanan masyarakat karena menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan aman,” ujar Heru dalam keterangannya, Minggu (17/5).

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, perusahaan memperkuat service excellence melalui optimalisasi armada, kesiapsiagaan personel, penguatan sistem keamanan, hingga penerapan standar keselamatan secara konsisten di pelabuhan maupun kapal.

“Kami memastikan seluruh layanan berjalan optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Penguatan operasional dilakukan secara menyeluruh melalui koordinasi intensif bersama regulator, operator kapal, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujarnya.

Selain itu, ASDP terus meningkatkan kualitas fasilitas layanan di pelabuhan seperti ruang tunggu berpendingin udara, charging station, kursi pijat, area bermain anak, tempat ibadah, hingga tenant makanan dan minuman.

Pengalaman perjalanan juga semakin mudah melalui optimalisasi platform digital Ferizy yang memungkinkan pemesanan tiket sejak H-60, pengaturan jadwal perjalanan lebih tertib, serta proses check-in yang lebih cepat dan efisien.

“Kami dorong masyarakat yang akan naik ferry, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa,” ujar Windy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebelum Bangun Jalan Khusus, Dedi Mulyadi Kaji Keberlangsungan Aktivitas Tambang di Bogor
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Rupiah Melemah, Benarkah Warga Desa Tak Terpengaruh Dolar? Ini Faktanya
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Manusia Kawin Campur Dengan Spesies Lain, Anak Hanya Sampai 5 Tahun
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ketika Bursa Saham Diatur oleh Kepercayaan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Diajak Jadi Pebisnis Sejak Masih Kuliah
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.