2.253 Telur Penyu Gagal Diselundupkan di Perbatasan Indonesia–Malaysia

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Petugas gabungan lintas negara menggagalkan upaya penyelundupan ribuan telur penyu di perbatasan Indonesia–Malaysia.

Sebanyak 2.253 butir telur penyu berhasil diamankan dalam operasi yang melibatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Sarawak Forestry Corporation (SFC) Malaysia, serta Satuan Tugas Perbatasan SSK II di wilayah Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Dalam operasi tersebut, seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial SO (36) diamankan karena diduga menjadi pelaku utama dalam upaya pengiriman telur penyu ke wilayah Malaysia melalui jalur tidak resmi.

Lettu Arh Krisna Komandan SSK II Satgas Perbatasan menjelaska, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pihak Sarawak Forestry Corporation yang menemukan telur penyu di sebuah penginapan di kawasan Pasar Serikin, Bau, Malaysia.

“Pengungkapan ini berawal dari laporan pihak Sarawak Forestry Corporation terkait temuan telur penyu di sebuah penginapan di Pasar Serikin, Bau, Malaysia,” kata Krisna di Bengkayang, Minggu (17/5/2026).

Berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi, petugas kemudian melacak keberadaan pelaku yang diketahui berada di wilayah Jagoi Babang bersama barang bukti yang disimpan dalam beberapa wadah, termasuk kardus, ember, dan keranjang.

Petugas gabungan selanjutnya melakukan pengecekan di area titik nol PLBN Jagoi Babang dan melakukan pemeriksaan awal terhadap pelaku serta barang bukti. Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga menggunakan jalur hutan perbatasan dengan bantuan jasa ojek lokal untuk menghindari pemeriksaan resmi.

Krisna juga mengungkapkan bahwa pelaku sebelumnya pernah mencoba memasukkan hewan lain melalui jalur PLBN, namun ditolak oleh petugas karantina.

“Sebelumnya yang bersangkutan juga sempat mencoba memasukkan hewan jenis marmut dan angsa melalui PLBN Jagoi Babang, namun ditolak pihak karantina karena tidak sesuai ketentuan ekspor-impor,” ujarnya dilansir dari Antara.

Hingga saat ini, pelaku belum memberikan keterangan rinci mengenai asal-usul telur penyu tersebut. Ia hanya mengaku mendapatkan barang dari pihak lain yang identitasnya belum diketahui.

Dari lokasi kejadian, petugas menyita sejumlah barang bukti, termasuk 2.253 butir telur penyu, beberapa wadah penyimpanan, uang tunai dalam mata uang Ringgit Malaysia senilai RM2.650, satu kartu SIM Malaysia, serta satu unit telepon genggam.

Seluruh barang bukti dan terduga pelaku kemudian diserahkan kepada Sarawak Forestry Corporation untuk proses pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Krisna menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari penguatan pengawasan di kawasan perbatasan untuk mencegah perdagangan ilegal satwa dilindungi serta aktivitas penyelundupan lintas negara. (ant/saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Skuad Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Son Heung-min Masih Jadi Tumpuan
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Krisis Hormuz Guncang Pasar Energi, China dan AS Juru Selamat?
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Raih Juara 1 LKBB-PB Tingkat NTB, SMAN 9 Mataram Bidik Gelar Nasional
• 1 jam laludetik.com
thumb
Video: Modal dan Jurus Ekspansi RI Jadi Hub Data Center ASEAN Era AI
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Potret Prabowo Panen Jagung: Nyetir Traktor "Combine Corn Harvester", Pakai Topi Koboi
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.