Hari Buku Nasional, Lestari dorong pembangunan ekosistem literasi

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam momentum Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, mendorong pembangunan ekosistem literasi di Indonesia demi menopang kemajuan peradaban bangsa.

"Kemampuan literasi adalah fondasi kemajuan peradaban bangsa. Kemampuan literasi masyarakat yang baik merupakan salah satu penanda bahwa suatu bangsa itu memiliki peradaban yang maju," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Menurut Lestari, kondisi literasi di Indonesia saat ini masih perlu dimaksimalkan.

Dia menjelaskan berdasarkan survei Perpustakaan Nasional yang diolah Badan Pusat Statistik, indeks kegemaran membaca masyarakat turun dari 72,44 pada 2024 menjadi 54,80 pada 2025.

Sementara itu, World Population Review 2025 melaporkan rata-rata orang Indonesia membaca buku 129 jam per tahun. Sedangkan India 352 jam per tahun dan Amerika Serikat 357 jam per tahun.

Di sisi lain, berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik 2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kemampuan inferensial siswa tercatat berada pada angka 43,21 persen serta kemampuan mengevaluasi dan mengapresiasi teks 45,32 persen.

"Ini ancaman nyata bagi daya saing bangsa. Tantangan literasi saat ini berat karena kita tidak hanya harus menciptakan masyarakat yang bisa membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis," kata Lestari.

Kendati begitu, anggota Komisi X DPR RI itu mempercayai bahwa generasi muda Indonesia memiliki minat baca yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Oleh sebab itu, sejumlah langkah nyata perlu dilakukan.

Legislator bidang pendidikan itu mengatakan membangun ekosistem literasi dapat dimulai dari mendorong komunitas baca berbasis digital dan fisik. Langkah ini, kata dia, untuk menciptakan budaya literasi yang hidup.

Selain itu, dia menyarankan sekolah dan perguruan tinggi mengubah tugas menjadi aktivitas berpikir kritis, alih-alih sekadar membaca. Kemudahan akses membaca melalui perpustakaan yang lengkap juga perlu dipastikan.

Dia pun mendorong penghapusan pajak buku dan peringanan harga kertas untuk menciptakan harga buku yang terjangkau.

Lestari mengharapkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat menjadikan literasi sebagai gerakan nasional yang terukur.

Baca juga: Hari Buku, Perpusnas angkat literasi jadi fondasi bangun SDM & bangsa

Baca juga: HUT ke-46, Perpusnas gelar Literacy Run budayakan baca dan hidup sehat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRIN dan DPR Dorong Penguatan Jurnalisme Sains di NTB untuk Tangkal Disinformasi AI
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Jangan Bangga Dulu Disebut Pak Haji setelah Pulang dari Tanah Suci, Pendakwah Ingatkan itu Bukan Gelar
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Klaim Aset RI Tembus 1.000 Miliar Dolar, Salip Arab Saudi hingga Qatar
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Waspada Hantavirus, Thailand Wajibkan Karantina 42 Hari
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional Disiapkan
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.