Panglima Brigade al-Qassam Hamas Izz al-Din al-Haddad Tewas Dibom Israel

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Komandan sayap militer kelompok Palestina Hamas, Izz al-Din al-Haddad, tewas dalam serangan Israel pada Jumat malam, menurut sumber-sumber lokal.

Serangan itu juga menewaskan istri dan putrinya, tambah sumber tersebut, seraya mencatat bahwa pemakaman mereka diadakan di Kota Gaza. Berbicara kepada wartawan, saudara perempuan al-Haddad juga mengkonfirmasi kematiannya.

Baca Juga :
Erdogan Sebut Israel Biang Kerok Krisis di Timur Tengah, Harus Dinetralisir!
Netanyahu: Israel Telah Menguasai 60 Persen Wilayah Gaza

Sementara itu, Hamas juga mengkonfirmasi kematian al-Haddad pada hari Sabtu. Juru bicara kelompok tersebut, Hazem Qassem, mengatakan dalam pernyataan yang direkam bahwa gerakan tersebut berduka atas "salah satu pejuang terbesar rakyat Palestina, panglima tertinggi Brigade Izz ad-Din al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad (Abu Suhaib), setelah perjalanan panjang perjuangan dan konfrontasi melawan pendudukan."

Al-Haddad "bergabung dengan para pemimpin dan simbol yang gugur dari revolusi Palestina kontemporer," tambahnya, menekankan bahwa "jalan gerakan akan terus berlanjut meskipun kehilangan besar ini, didorong oleh harapan akan kemenangan."

Dalam pernyataan terpisah, Hamas mengatakan bahwa "kejahatan ini menempatkan komunitas internasional dan negara-negara mediator perjanjian di hadapan tanggung jawab politik, hukum, dan moral mereka untuk bertindak dan memaksa pemerintah pendudukan (Israel) untuk sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian dan menghentikan kejahatannya terhadap warga sipil."

Hamas menganggap pembunuhan Haddad sebagai "cerminan upaya untuk memaksakan realitas politik dan lapangan yang gagal dicapai Israel dengan kekerasan, melalui kebijakan pembunuhan dan pemberian tekanan pada kepemimpinan perlawanan dan memengaruhi posisi politiknya."

Ditambahkan bahwa al-Haddad adalah "pilar gerakan perlawanan di Jalur Gaza."

Ia telah kehilangan dua putranya, Suhaib dan Mu'min, dan menantunya, Mahmoud Abu Hasira, selama perang melawan Israel, demikian pernyataan tersebut mencatat.

Sebelumnya, tentara Israel mengklaim telah membunuh Izz al-Din al-Haddad dalam serangan di Kota Gaza.

Perkembangan ini terjadi ketika tentara Israel terus melakukan pelanggaran harian terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza yang mulai berlaku pada Oktober 2025.

Gencatan senjata tersebut terjadi setelah perang genosida selama dua tahun yang dilancarkan Tel Aviv yang menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 172.000 lainnya.

Baca Juga :
Provokasi Pawai Zionis di Yerusalem: Teriak 'Matilah Orang Arab', Ben-Gvir Kibarkan Bendera Israel di Al Aqsa
Netanyahu Gugat New York Times usai Terbitkan Artikel Dugaan Pemerkosaan Tahanan Palestina
Hacker Iran Retas Data Orang Kepercayaan Netanyahu, Isi Dokumennya Bikin Geger

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap Jambret yang Gasak Ponsel WN Polandia di Menteng
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Antiklimaks Aksi Heroik dan “Nekat” Veda Ega Pratama Tak Mampu Salip Hakim Danish dan Brian Uriarte
• 10 jam laluharianfajar
thumb
BRI Super League: Paul Munster Coba Perbaiki Peringkat dan Konsistensi hingga Akhir Musim
• 19 jam lalubola.com
thumb
Bisnis Umrah Kena Tipu Hingga Bangkrut! Boby Tince Jual Rumah Sekarang Tinggal di Desa di Bawah Kaki Gunung
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Pelaku Pencabulan Siswi SD di Kebon Jeruk Jakbar Ternyata Guru Ngaji
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.