Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan penyesuaian tarif batas atas (TBA) tiket pesawat dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat dan kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
“Memang tidak selalu mudah untuk menghadapi dinamika dunia seperti ini, tetapi mudah-mudahan ada perbaikan situasi dan sekaligus juga (harga tiket pesawat) tidak terlalu memberatkan masyarakat,” kata AHY di Jakarta, Minggu.
Pernyataan itu disampaikan AHY usai menghadiri kegiatan Patriot Move 2026 yang digelar Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan dirangkaikan dengan lari bersama peserta Ekspedisi Patriot saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta.
AHY mengatakan tekanan geopolitik global masih mempengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk transportasi dan industri penerbangan nasional.
Menurut dia, konflik dan ketegangan global berdampak langsung pada kenaikan harga energi dunia yang kemudian memicu meningkatnya biaya operasional transportasi udara dan layanan penerbangan.
Pemerintah, lanjut AHY, memahami kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga tiket pesawat menjelang musim libur sekolah dan Idul Adha 1447 Hijriah yang biasanya diikuti lonjakan mobilitas masyarakat.
Sebagai Menko yang membawahi Kementerian Perhubungan, AHY menilai penyesuaian tarif penerbangan bukan keputusan mudah karena pemerintah harus menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan dan kemampuan ekonomi masyarakat.
“Oleh karena itu negara-negara di dunia termasuk Indonesia harus melakukan langkah-langkah yang tidak mudah tapi penyesuaian dan memang ini akan berdampak pada masyarakat, tetapi ini yang memang harus diambil,” bebernya.
Ia menyebut pemerintah terus berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan untuk mencari berbagai opsi kebijakan agar penyesuaian tarif tiket tetap berada pada batas yang wajar dan terukur.
Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk mencari solusi terbaik menghadapi tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga energi global.
AHY berharap situasi geopolitik dunia, khususnya konflik di Timur Tengah, dapat segera membaik sehingga tekanan terhadap pasar energi dan industri penerbangan perlahan menurun.
Menurut dia, pemerintah terus memantau perkembangan global sambil memastikan kebijakan transportasi udara tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan industri penerbangan nasional.




