TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran menyebut Amerika Serikat (AS) bakal kembali lakukan kebohongan untuk menjustifikasi kembali berlanjutnya perang.
Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baghaei.
Menurut Baghaei, AS akan melakukan kebohongan untuk membenarkan provokasi perang ke Iran dengan klaim untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di pasar energi global.
Baca Juga: Diperingatkan Trump, Taiwan Malah Tegaskan Kedaulatan dan Kemedekaannya
“Kebohongan besar selanjutnya yang dilancarkan untuk membenarkan ‘perang pilihan’ ilegal mereka adalah klaim bahwa mereka ‘menjaga perdamaian dan stabilitas di pasar energi global’,” katanya dikutip dari IRNA, Minggu (17/5/2026).
Baghaei menegaskan, agresi AS-Israel ke Iran yang harus disalahkan Iran atas ketidakstabilan di pasar energi di seluruh AS.
“Namun kenyataannya, justru provokasi perang yang sembrono dari rezim AS dan Israel-lah yang menghancurkan proses diplomatik yang menjanjikan,” ucapnya.
“Dan, melalui agresi militer tanpa provokasi terhadap Iran, dengan sengaja menyuntikkan rasa tidak aman ke jalur energi vital, hanya untuk kemudian menuduh Iran melakukan destabilisasi, guna mempraktikkan pepatah terkenal Goebbels, ‘Tuduh orang lain melakukan apa yang Anda sendiri lakukan’,” tambah Baghei.
Jubir Kemlu Iran itu merujuk pada salah satu petinggi Partai Nazi dan oranhg kepercayaan Adolf Hitler, Joseph Goebbels.
Pernyataan Baghaei tersebut menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan kembali melakukan aksi militer terhadap Iran atas pembatasan navigasi di Selat Hormuz, yang disebut telah menyebabkan harga energi global melonjak.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : IRNA
- iran
- kemlu iran
- amerika serikat
- donald trump
- kebohongan
- justifikasi lanjutkan perang





