Jakarta: Fenomena bullying, kecanduan gadget, hingga maraknya judi online di kalangan remaja menjadi perhatian serius dalam kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang di Cirebon, Jawa Barat. Forum kaderisasi tersebut tidak hanya membahas kepemimpinan, tetapi juga menyoroti tantangan sosial yang kini dihadapi generasi muda di era digital.
Dalam kegiatan itu, Gus Miftah mengajak seluruh pesantren untuk menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi para santri. Menurutnya pesantren memiliki peran penting sebagai benteng moral sekaligus tempat tumbuhnya karakter generasi muda di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media digital.
"Pesantren harus menjadi tempat yang aman dari bullying, kekerasan verbal, hingga kecanduan gadget yang mulai merusak pola pikir anak-anak muda," kata Gus Miftah dalam forum kaderisasi tersebut dikutip, Minggu, 17, Mei 2026.
Baca Juga :
Kemenag: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Bisa Jadi Teladan dalam Memperkuat PesantrenMenurut Gus Miftah, perkembangan teknologi membawa dampak besar terhadap pola hidup dan cara berpikir generasi muda. Karena itu, dibutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih humanis agar para pelajar dan santri tetap tumbuh dengan lingkungan yang sehat, suportif, dan penuh kepedulian.
Ia menilai komunikasi yang baik antara pengajar dan santri menjadi salah satu kunci dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman. Pengawasan penggunaan teknologi juga dinilai penting agar para remaja tidak mudah terpapar konten negatif maupun praktik judi online yang kini semakin mudah diakses.
Gus Miftah saat Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang di Cirebon, Jawa Barat. Dokumentasi/ istimewa.
Forum kaderisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda Nahdlatul Ulama yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial, ketahanan mental, dan karakter kepemimpinan yang baik dalam menghadapi tantangan zaman.
Di tengah perubahan sosial yang terus berkembang, pesantren dinilai tetap memiliki posisi strategis sebagai ruang pembinaan moral dan penguatan nilai-nilai kebersamaan bagi generasi muda Indonesia.




