Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa ibadah kurban pada Iduladha bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk amal saleh yang sarat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan antarumat.
Amirsyah Tambunan Sekretaris Jenderal MUI mengatakan, momentum Iduladha harus dimaknai sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Kami mengajak kita semua untuk merayakan Iduladha ini sebagai bagian dari ikhtiar kita. Mensyukuri nikmat Allah, memotong kurban. Dijadikan kurban ini sebagai bagian dari amal saleh kita, dalam rangka mau meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial kita kepada masyarakat,” katanya dalam konferensi pers di Kementerian Agama, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, pembagian daging kurban memiliki makna besar karena menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Ia menilai semangat berbagi dalam Iduladha dapat mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai gotong royong di Indonesia.
“Pembagian daging kurban secara bersama-sama adalah sebagai bukti kepedulian kita kepada umat kita, dan kita jadikan ini sebagai bahagian dari takarub ilallah. Idul Qurban berarti mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena itu menyembelih hewan kurban adalah menyembelih sifat-sifat ketamakan, kerakusan dan menampakkan bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang besar,” ujarnya.
MUI juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat saling membantu dan memperkuat persatuan bangsa. Selain itu, Amirsyah turut mengajak umat Islam mendoakan jemaah haji Indonesia agar dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air sebagai haji mabrur.
“Kita dorong terus kepekaan sosial kita, kepedulian sosial dan kita doakan pemerintah Republik Indonesia secara bersama-sama, dengan rakyat untuk saling bahu-membahu, tolong-menolong dalam rangka meningkatkan kebersamaan kita,” ujarnya. (lea/saf/ham)




