BEI Soroti Perubahan Penggunaan Dana IPO DIVA, Ini Jawaban Manajemen

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dana yang dialihkan dari pos investasi teknologi informasi ke modal kerja mencapai Rp5,46 miliar.

BEI Soroti Perubahan Penggunaan Dana IPO DIVA, Ini Jawaban Manajemen (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti rencana PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) untuk mengubah penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).

Manajemen DIVA menjelaskan, perubahan alokasi dana tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika persaingan usaha yang semakin ketat di industri teknologi informasi dan digital. 

Baca Juga:
Pengendali DIVA Borong 10.199.600 Juta Saham, Rogoh Dana Rp2,16 Miliar

Selain faktor kompetisi, perseroan juga menilai perkembangan teknologi yang semakin pesat telah menurunkan kebutuhan biaya investasi di bidang teknologi digital.

"Atas dasar efisiensi tersebut, dana investasi teknologi dapat direalokasikan untuk memperkuat modal kerja tanpa mengganggu agenda transformasi teknologi perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi dikutip Minggu (17/5/2026).

Baca Juga:
DIVA Sudah Habiskan 99 Persen Dana IPO per 31 Desember 2025, Ini Rinciannya

Adapun dana yang dialihkan dari pos investasi teknologi informasi ke modal kerja mencapai Rp5,46 miliar atau sekitar 0,89 persen dari total dana IPO yang diperoleh perseroan.

Menurut DIVA, pengalihan dana tersebut justru memperkuat posisi bisnis dan meningkatkan daya saing perseroan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa teknologi informasi dan digital.

Baca Juga:
DIVA Mau Jual 28,58 Juta Saham Treasuri Mulai 11 Maret 2026

Perseroan memastikan, perubahan penggunaan dana IPO tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

Secara proforma, posisi aset lancar perseroan setelah perubahan penggunaan dana IPO meningkat sekitar Rp5,5 miliar atau setara 1 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Sebaliknya, posisi aset tidak lancar turun Rp5,5 miliar atau sekitar 3,1 persen dibandingkan sebelum perubahan alokasi dana dilakukan.

Sementara itu, total aset, total liabilitas, dan total ekuitas perseroan disebut tidak mengalami perubahan antara sebelum dan sesudah rencana perubahan penggunaan dana IPO.

Sebagai informasi, DIVA telah menghabiskan dana IPO sebesar Rp606,68 miliar per 31 Desember 2025.

Rincian penggunaan dana yakni untuk modal kerja sebesar Rp392,13 miliar atau 64,06 persen, investasi senilai Rp214,39 miliar atau 35,02 persen, serta pengembangan dan pembinaan SDM mencapai Rp155,25 juta atau 0,03 persen.

Kemudian sisa dana IPO sebesar Rp5,46 miliar disimpan sebagai giro di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan tingkat suku bunga 0,50 persen.

Adapun DIVA listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 November 2018, dengan melepas sebanyak 214.285.700 saham dan harga pelaksanaan Rp2.950. Sehingga, perseroan meraih dana IPO sebesar Rp632,14 miliar.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Buka Suara soal Kredit Bunga 5 Persen Ala Prabowo, Bank Diminta Waspada Risiko Gagal Bayar
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Puncak Haji, Jemaah Diimbau Jaga Imun Cegah Hantavirus
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Juragan Jaman Now 5 - Babak Kompetisi Batch 3
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku dan Pemprov Sulut Perkuat Sinergi Capai UCJ 2026
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Ribuan Koperasi Merah Putih di Jateng tanpa Bangunan
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.