Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pengelolaan mineral di kawasan transmigrasi harus tetap menjaga kelestarian lingkungan dan tidak dilakukan secara semena-mena.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri kegiatan Patriot Move 2026 yang digelar Kementerian Transmigrasi dan dirangkaikan dengan lari bersama peserta Ekspedisi Patriot di Bundaran HI, Jakarta.
Sebagai Menko yang membawahi Kementerian Transmigrasi, AHY menekankan pembangunan ekonomi nasional tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup.
"Ya, ini amanah yang memang harus kita jaga bersama-sama. Pembangunan ekonomi tidak boleh dengan merusak lingkungan. Jadi kalaupun ada eksplorasi dan ekstraksi sumber daya mineral yang ada di tanah kita (di kawasan transmigrasi), itu tidak boleh dilakukan semena-mena," ungkap AHY.
Menurut AHY, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam harus dijaga secara berkelanjutan.
Ia juga menegaskan eksplorasi dan ekstraksi sumber daya mineral wajib mengikuti aturan hukum dan undang-undang yang berlaku.
AHY Soroti Dampak Kerusakan LingkunganPemerintah disebut akan memastikan seluruh kegiatan pemanfaatan sumber daya alam berjalan adil dan bertanggung jawab demi menjaga keseimbangan pembangunan dan lingkungan.
AHY mengingatkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam berlebihan dapat memicu bencana alam yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar tambang.
"Lingkungan yang rusak, hancur, itu menyebabkan bencana alam. Dan yang paling menderita, paling terdampak dan menjadi korban tentu masyarakat yang ada di sekitar situ," kata AHY.
Ia menilai tidak adil jika ada pihak yang mengambil keuntungan besar dari kekayaan alam nasional tetapi mengabaikan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.
Pemerintah terus mendorong pemerataan pembangunan yang berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan ekologis agar pertumbuhan ekonomi tidak meninggalkan persoalan lingkungan serius di masa depan.
AHY juga menekankan pentingnya konsep green development atau pembangunan infrastruktur hijau dalam pembangunan modern.
Menurutnya, konsep tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup nasional.
Kawasan Transmigrasi Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi BaruDalam kesempatan yang sama, Kementerian Transmigrasi membuka potensi pemanfaatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi untuk tambang batu bara hingga logam tanah jarang.
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan hasil penelitian menemukan potensi tambang di sejumlah kawasan transmigrasi, termasuk di Mamuju, Sulawesi Barat.
"Dari hasil penelitian 2 ribu peneliti kemarin, ada juga terkait dengan tambang seperti batu bara. Kalau di Mamuju (Sulawesi Barat) itu ada logam tanah jarang. Itu juga kami potensikan," ujar Iftitah.
Kementerian Transmigrasi saat ini fokus menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru agar masyarakat yang berpindah ke kawasan transmigrasi memiliki pekerjaan dan dapat menetap dengan nyaman.




