HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said menekankan soliditas dan kekompakan kader Golkar Sulsel menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel.
Hal tersebut diungkapkan Muhidin saat memberikan arahan di Konsolidasi DPD I Golkar Sulsel bersama para kader Golkar di Dapil II Sulsel di Soppeng pada Sabtu, 16 Mei. Konsolidasi tersebut dihadiri kader Golkar Sulsel di 9 kabupaten/kota Sulsel.
“Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia menyampaikan pesan. Golkar diharapkan di Sulsel ini supaya bisa meningkatkan soliditasnya,” ucap Muhidin.
Muhidin menegaskan bahwa soliditas kader Golkar Sulsel jangan sampai kendor menjelang Musda Golkar Sulsel dan harus dipertahankan untuk menghadapi tantangan Pileg dan Pilkada ke depannya.
“Di Sulsel satu dan tiga luar biasa (kosolidasi), kita tutup di Sulsel II (konsolidasi) ini yang lebih luar biasa,” tegasnya.
Muhidin mengenang Musda X DPD I Golkar Sulsel yang tensi politik yang tinggi sehingga diadakan di Jakarta.
“Saya paham betul, 5-6 tahun lalu saya juga pemimpin Musda Golkar Sulsel, sampai di laksanakan di Jakarta. Saya yakin nanti Musda XI tidak terjadi lagi, yang ada kekompakan dan kebersamaan karena tantangan kita ke depan jauh lebih besar apa yang kita alami pada saat ini,” beber Muhidin.
Muhidin mengklaim bahwa Musda XI DPD I Golkar Sulsel sudah siap digelar karena kader Golkar Sulsel sudah kompak.
“Jadi nanti harapan Ketum, dari 36 provinsi yang sudah Musda semuanya aklamasi. Sekarang tinggal dua, Sumsel dan Sulsel,” ungkapnya.
Golkar Sulsel diharapkan untuk terus solid, Muhidin menekankan agar kader Golkar Sulsel menyampaikan aspirasi dengan hati yang jernih dan kepala dingin.
“Mari kita berdiskusi dan berdialog. Ketum minta semua Musda agar aklamasi. Maka dari itu mari kita duduk bersama,” lanjut Muhidin.
Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto menilai menjelang Musda ini, kekompakan kader Golkar sudah terlihat dari 21 DPD II Golkar di Sulsel yang telah mengusung satu kandidat.
“DPP Golkar lebih ingin ataupun sudah membaca sinyal-sinyal politik sebelumnya bahwa sudah ada kandidat yang di mufakati oleh setidaknya 21 DPD II,”
Ali Armunanto juga menilai arahan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel pada Konsolidasi Golkar di Dapil II Sulsel.
Menurutnya, DPP Golkar yang ingin hasil Musda XI DPD I Golkar Sulsel agar ketua terpilih secara aklamasi menjadi sinyal yang kuat agar dilakukan musyawarah mufakat.
“Itu artinya adalah sinyal yang kuat bahwa DPP Golkar ingin dilakukan musyawarah mufakat artinya bukan pemilihan tapi dimufakati langsung siapa yang mau dipilih,” ungkapnya.
Ali Armunanto menganggap bahwa pengulangan kata konsolidasi dan penekanan kata solid dan kompak pada arahan Muhidin dalam konsolidasi tersebut menandakan bahwa DPP Golkar menginginkan DPD II Golkar di Sulsel mufakat dan memilih satu kandidat.
“Itu di ulang-ulang terus kata konsolidasi, terus ditanyakan apakah sudah kompak? Apakah sudah bersatu? Apakah sudah solid? Itu kesimpulan yang sama, tapi diksi-diksi yang berbeda, saya kira DPP Golkar menginginkan itu dan penekanannya bahwa semua harus kompak, semua harus pilih satu kandidat dan mufakat,” jelasnya.
Ali Armunanto juga menganalisis penyampaian Muhidin bahwa suara rakyat adalah suara golkar bukan sebaliknya suara golkar adalah suara rakyat.
“Disitu terbaca bahwa DPP Golkar lebih ingin ataupun sudah membaca sinyal-sinyal politik sebelumnya bahwa sudah ada kandidat yang di mufakati oleh setidaknya 21 DPD II. Dan DPP Golkar mendengarkan aspirasi kader dari bawah. Saya rasa itu semua sinyal-sinyal,” ungkapnya.
Ali Armunanto juga menilai bahwa belum adanya jadwal Musda XI DPD I Golkar Sulsel karena persoalan konsolidasi, menunggu adanya kesepahaman, persoalan munculnya satu calon yang didukung oleh mayoritas DPD II Golkar se-Sulsel sehingga tidak perlu ada deliberasi yang terlalu lama dalam proses Musda tapi kemudian langsung disepakati.
“Pak Muhidin akan melaporkan ke DPP Golkar dan itu sinyal bahwa setelah tiga kali kunjungan ke Dapil Sulsel yang dilakukan, Pak Muhidin sudah menemukan kesimpulan dan sudah berhasil mengonsolidasikan, serta juga sudah tahu siapa yang akan dipilih oleh 24 DPD II Golkar,” nilainya. (ams)





