Bisnis.com, JAKARTA - Analis LA Times, Michael Wilner, menganalisis beberapa "oleh-oleh" yang dibawa Donald Trump dari China. Pertama adalah julukan baru.
Saat Presiden Trump meninggalkan Beijing pada hari Jumat, media sosial Tiongkok kembali memunculkan julukan yang familiar untuk presiden tersebut.
Menurut laporan LA Times, media sosial China menyebut Trump sebagai Chuan Jianguo yang artinya "Sang Pembangun Bangsa".
Namun menurut analis LA Times, julukan itu bukan dimaksudkan sebagai pujian.
Bangsa yang sedang dibangunnya, menurut Tiongkok, bukanlah Amerika Serikat, melainkan bangsa mereka sendiri, melalui serangkaian kesalahan yang tidak disengaja namun mahal yang dilakukan Trump di dalam dan luar negeri.
Masih menurut laporan tersebut, Trump disebut pulang dengan tangan hampa. Sebab Beijing menolak untuk menawarkan kesepakatan atau konsesi yang berarti kepada Trump.
Baca Juga
- Dubes RI untuk China: Pertemuan Xi Jinping dan Trump Beri Sinyal Stabilitas
- Usai Trump, Putin Akan Sambangi China Temui Xi Jinping
- Trump Klaim Kesepakatan AS-China Untungkan Kedua Negara
Hal ini menandakan kepercayaan mereka yang tak terbantahkan akan kemunduran Amerika.
Pernyataan pemerintah Tiongkok di media lokal yang menyatakan hal tersebut sampai kembali ke Trump saat ia berangkat, yang membuat presiden tersebut kesal, kata seorang pejabat AS.
Tetapi Gedung Putih mendapatkan klarifikasi dari pihak Tiongkok yang disebut cukup menenangkan Trump. Amerika hanya mengalami kemunduran di bawah Presiden Biden, kata mereka.
Di sisi lain, laporan itu juga menyebut bahwa pemerintahan Trump berpendapat bahwa perjalanan itu sukses, karena telah mengamankan tampilan rekonsiliasi dan kemitraan yang dicari presiden setelah bertahun-tahun permusuhan yang semakin berbahaya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya dan Presiden China Xi Jinping telah mencapai sejumlah kesepakatan dagang yang fantastis, tanpa menjelaskan lebih lanjut, saat memulai dialog di hari kedua kunjungannya ke Beijing, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah prediksi kesepakatan dagang yang meliputi pembelian besar-besaran komoditas pertanian AS oleh China.
Dalam pernyataan pembukanya, Trump mengatakan dia dan Xi memiliki posisi yang sama terkait perlunya mengakhiri perang di Iran dan membuka Selat Hormuz.
"Kami membahas begitu banyak hal lain kemarin dan kami sepertinya sudah saling sepakat," kata Trump.





