Dinas keamanan dalam negeri Norwegia, PST, mengatakan seorang pria asal China telah ditangkap di wilayah utara negara itu atas dugaan spionase. Penangkapan ini terjadi beberapa pekan setelah seorang perempuan China ditangkap karena diduga memata-matai data satelit.
Dilansir AFP, Minggu (17/5/2026), Juru bicara media PST, Eirik Veum, mengatakan bahwa tersangka ditangkap pada Jumat (12/5), oleh kepolisian distrik Nordland.
Veum mengatakan pria tersebut diduga melakukan "upaya kegiatan intelijen ilegal di Nordland", namun menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai aktivitas yang dimaksud.
Pada Minggu (17/5), pengadilan Norwegia memerintahkan agar tersangka ditahan selama empat pekan.
Pengacara tersangka, Tor Haug, mengatakan kepada kantor berita NTB bahwa kliennya membantah tuduhan tersebut.
Sebelumnya, Pada 7 Mei lalu, PST mengumumkan bahwa seorang perempuan China yang diduga memata-matai data satelit Norwegia telah ditangkap.
Penangkapan itu "berdasarkan dugaan bahwa sebuah perusahaan yang terdaftar di Norwegia digunakan sebagai kedok oleh aktor negara China untuk mendirikan stasiun penerima guna mengunduh data dari satelit di orbit kutub," kata jaksa kepolisian PST, Thomas Blom, kepada AFP saat itu.
PST juga mengatakan bahwa ada individu lain yang turut dicurigai dalam kasus tersebut.
Badan intelijen Norwegia secara rutin menyebut China dan Rusia sebagai ancaman utama bagi Norwegia dalam hal spionase.
Dalam laporan penilaian ancaman terbarunya, PST mengatakan kedua negara tersebut menunjukkan minat membeli lahan di dekat infrastruktur penting atau instalasi militer.
(aik/aik)





