JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyampaikan pandangannya mengenai rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan keliling Indonesia usai menyatakan 99 persen pulih.
Ia menilai ada dua perspektif yang dapat dilihat dari rencana Jokowi keliling Indonesia tersebut.
"Pertama, tentu secara normatif, harus diakui bahwa salah satu diferensiasi politik yang ada pada Jokowi itu adalah soal blusukan. Bagaimana politik blusukan itu kan memang cukup melekat dengan Pak Jokowi," katanya di Jakarta, Minggu (17/5/2026), dipantau dari video YouTube KompasTV.
Oleh karena itu, kata dia, tidak mengherankan jika sekalipun Jokowi sudah tidak menjadi presiden, gaya komunikasi publiknya masih dengan turun ke masyarakat.
Namun, menurutnya jika dilihat dari perspektif politik, publik menafsirkan rencana Jokowi keliling Indonesia tidak berhenti di gaya komunikasi publik dengan blusukan saja.
"Ada tafsir-tafsir yang terus berhembus kencang, misalnya soal bagaimana Pak Jokowi terus ingin melakukan penetrasi politik ke akar rumput supaya pengaruh politiknya itu akan semakin signifikan," ujaranya.
Ia mengatakan hal itu dilakukan Jokowi untuk menghadapi pertarungan-pertarungan politik di masa-masa yang akan datang, khususnya pemilihan umum (pemilu) terdekat pada 2029 nanti.
Baca Juga: Jokowi Berencana Keliling Indonesia usai Sembuh, Apa Agenda Besarnya? Ini Kata Sekjen Projo
Ia pun menyinggung kedekatan Jokowi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming.
"Karena apa pun judulnya, Jokowi hari ini adalah Jokowi yang sangat identik dengan PSI misalnya, bicara Jokowi hari ini adalah Jokowi yang sangat identik dengan Gibran," katanya.
Bahkan, kata dia, publik juga membaca rencana Jokowi keliling Indonesia tidak hanya untuk mencapai satu tujuan saja.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- adi prayitno
- jokowi
- jokowi akan keliling indonesia
- jokowi pulih
- politik





