JAKARTA, KOMPAS.com - Marsinah sang aktivis buruh diakui negara, dianugerahi gelar pahlawan nasional, hingga dibangunkan museum.
Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh di Indonesia.
Baca juga: Prabowo Ziarah ke Makam Marsinah Ditemani Kapolri dan Menteri Jumhur Hidayat
Kilas balik pada 8 Mei 1993, jasad martir kaum pekerja itu terbujur kaku dipenuhi luka di sebuah gubuk di kawasan hutan Desa Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur.
Selama hidupnya, Marsinah dikenang sebagai aktivis buruh perempuan asal Nganjuk yang gigih membela hak-hak pekerja pada masa Orde Baru.
Peristiwa pembunuhan Marsinah yang tidak pernah terungkap dalang utamanya secara tuntas telah menggetarkan hati nurani publik, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca juga: Museum Marsinah, Simbol Keadilan dan Perjuangan Buruh
Marsinah dijanjikan jadi pahlawan nasionalPada Peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2025, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan janji soal Marsinah yang akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Prabowo mendukung usulan berbagai kelompok buruh agar Marsinah mendapatkan gelar pahlawan nasional dari kaum buruh.
"Marsinah jadi pahlawan nasional, asal seluruh pimpinan buruh mewakili kaum buruh, saya akan mendukung Marsinah akan menjadi pahlawan nasional," tegas Prabowo pada peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Monas, Jakarta, 1 Mei 2025 silam.
Baca juga: Canda Prabowo Sebut Buruh Banyak Minta, dari Hadiri May Day sampai Resmikan Museum Marsinah
Prabowo mengatakan, usulan tersebut muncul setelah serikat pekerja mempertanyakan belum adanya tokoh buruh yang mendapat gelar pahlawan nasional.
Kepala Negara menepati janjinya. Marsinah dianugerahi gelar pahlawan nasional dalam upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional 2025 di Istana Negara, Jakarta, 10 November 2025.
Marsinah ditetapkan menjadi Pahlawan di bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan.
"Tiga, almarhumah Marsinah tokoh dari Provinsi Jawa Timur," ujar Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana saat membacakan penganugerahan gelar pahlawan nasional, saat itu.
Gelar pahlawan nasional pun diberikan langsung oleh Prabowo Subianto kepada ahli waris dari Marsinah yang diusulkan dari Jawa Timur.
Dalam proses pemberian gelar pahlawan ini, narator di Istana menyebutkan Marsinah sebagai simbol keberanian, moral, dan perjuangan hak asasi manusia (HAM).
"Pahlawan bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan. Marsinah adalah simbol keberanian, moral, dan perjuangan HAM dari kalangan rakyat biasa," ujar narator di Istana.





