Tendangan Kungfu di EPA Jadi Alarm Keras, I.League Siapkan Hukuman Lebih Tegas

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyoroti tingginya pelanggaran disiplin di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) musim 2025/2026.

Asep mengatakan persoalan disiplin masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi usia muda, mulai dari klub, operator liga, ofisial pertandingan hingga penonton.

Baca Juga :
I.League Resmi Hapus Aturan Wajib Pemain U-23 di Super League 2026-2027
Comeback Sensasional, Sumsel United U-19 Tutup EPA Championship dengan Gelar Juara

Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra
Photo :
  • PSSI Pers

“Saya pikir ini masih menjadi PR besar kita, tentu tidak hanya klub, tapi I.League juga, para ofisial juga, perangkat pertandingan, penonton dan lain-lain untuk bisa kembali kepada tujuannya, di usia muda harus juga dipupuk, dibina, bagaimana bersikap profesional, menghindari yang namanya melanggar sportivitas dan fair play dan mudah-mudahan akan lebih baik di musim-musim yang akan datang,” ujar Asep kepada awak media usai final EPA Super League U20 di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Bekasi, Minggu, 17 Mei 2026. 

Salah satu kasus disiplin yang menjadi sorotan musim ini terjadi pada laga EPA U20 antara Bhayangkara Presisi Lampung melawan Dewa United Banten di Stadion Citarum, Semarang, pada 19 April lalu. 

Pertandingan tersebut diwarnai kericuhan di akhir laga, termasuk insiden ‘tendangan kungfu’ yang dilakukan pemain Bhayangkara sekaligus penggawa Timnas Indonesia U17, Fadly Alberto Hengga, terhadap pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.

Insiden itu sempat memicu ketegangan antara kedua tim sebelum akhirnya kedua pemain sepakat berjabat tangan untuk mengakhiri persoalan secara damai. Meski demikian, Komite Disiplin PSSI tetap menjatuhkan sanksi kepada pemain yang terlibat, termasuk hukuman larangan bermain selama tiga tahun kepada Alberto Hengga.

Menanggapi hal tersebut, Asep menegaskan I.League telah melakukan sejumlah langkah untuk menekan pelanggaran disiplin, termasuk memperkuat kampanye fair play dan menerapkan hukuman yang tegas sesuai kode disiplin yang berlaku.

“Ketika bertemu dalam satu forum bicara campaign-campaign-nya juga kita harus perkuat, perketat, hukumannya juga tentu yang sesuai dengan kode disiplin yang ada. Kita harapkan itu memberikan efek jera juga, meskipun kita tetap mempertimbangkan sisi development dalam rentang usia ini,” katanya. (Ant)

Baca Juga :
I League Tuntas Jalankan Misi Edukasi Sepakola ke 10 Kampus Indonesia
I League Beberkan Hasil Lisensi Klub, Ada yang Kena Sanksi
Musim Bersejarah, Liga 2 Championship 2025/2026 Sukses Hadirkan VAR

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Imigrasi Gagalkan Keberangkat 89 JCH Nonprosedural
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Uni Emirat Arab Ungkap Alasan Hengkang dari OPEC
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Berburu Keutamaan Ibadah, Jemaah Haji Khusus ESQ Tours Padati Rooftop Masjidil Haram
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.