Uang Parkir Ojol di Mal Dibebankan ke Konsumen

liputan6.com
7 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pengemudi ojek online tak segan meminta uang parkir mal kepada konsumen yang memesan makanan melalui aplikasi. Kecuali, pengelola pusat perbelanjaan atau mal yang menyediakan parkir gratis khusus untuk ojek online atau ojol.

Raynald, warga Jakarta Timur, sering mengeluarkan biaya tambahan ketika memesan makanan di mal melalui aplikasi ojek online atau ojol. Terkadang, pengemudi ojek online menginformasikan adanya biaya tambahan untuk parkir di mal. Informasi itu disampaikan melalui aplikasi.

Advertisement

BACA JUGA: Mal Ramah Ojol

“Biasanya setelah pesanan sampai, saya kasih uang parkir Rp 2.000,” ujar Raynald kepada Liputan6.com, Minggu (17/5/2026).

Uang parkir di luar ongkos pengiriman. Biasanya, pihak aplikasi sudah memberikan diskon untuk ongkos pengiriman. Uang parkir diberikan secara tunai oleh konsumen. Terkadang, uang parkir juga bisa diberikan melalui aplikasi dengan pilihan memberikan tip.

“Setahu saya, kalau parkir yang liar biasanya malah tukang parkirnya enggak minta duit ke driver ojol,” katanya.

Seorang pengemudi ojek online, Nanang tidak menepis adanya biaya tambahan parkir yang dibebankan kepada konsumen. Itu terpaksa dilakukan pengemudi ojek online agar tidak rugi karena harus mengeluarkan uang parkir dari kantong pribadi.

Tidak ada aturan tertulis soal ini. Wajar jika ada konsumen yang belum paham bahwa biaya parkir ditanggung pemesan. Mereka hanya berpikir sudah bayar melalui aplikasi. Padahal, kata Nanang, itu hanya biaya ongkos antar, tidak termasuk parkir.

Akan tetapi, Nanang tidak tutup mata masih ada pengemudi ojek online nakal yang memanfaatkan ini. Dari berbagai cerita yang dia dengar dari rekannya, para pengemudi ojol ini dengan sengaja meminta biaya kepada customer padahal sebenarnya gratis. Tidak jarang, oknum-oknum seperti ini akhirnya kena sanksi.

“Akun mereka dibanned,” singkat Nanang yang biasa mangkal di Mal Kota Kasablanka.

Di sela cerita, Nanang kembali memanggil salah satu pengemudi ojol yang datang. Tanpa basa-basi, Nanang langsung meminta ojol tersebut menunjukan akunnya sebagai bukti ada pesanan.

Setelah dibuka, akun tersebut terkunci. Dia memang tidak tahu pasti penyebabnya, tapi masalah biaya parkir bisa jadi salah satu alasannya.

Karena itulah, ketersediaan tempat parkir bagi ojol menjadi sangat berarti bagi mereka. Selain nyaman, tidak perlu ada biaya tambahan parkir yang harus ditagih dan menimbulkan perdebatan dengan konsumen.

Seperti yang dialami Rizki, pengemudi ojol lainnya. Tak jarang Rizki bertemu konsumen yang enggan membayar parkir. Ujungnya, terjadi cekcok. Bahkan dia juga pernah dituduh cari untung hanya karena pembayaran parkir.

“Bukan tidak mau membayarnya, tapi seringkali biaya parkir harus menombok sendiri. Karena biaya parkir menjadi tanggungjawab customer,” kata Rizki.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Ini Eks Wamenaker Noel Ebenezer Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan Sertifikat K3
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Baru Selesai Ucap Akad Nikah, Maling Motor di Garut Diciduk Polisi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jemaah Haji Diimbau Doakan Presiden dan Pemimpin di Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Baim Wong Ucap Syukur Filmnya Tembus 400 Ribu Penonton dalam 4 Hari di Bioskop
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Prajurit TNI Tewas Ditembak Sesama Prajurit di Palembang, Ini Kata Kapendam Sriwijaya
• 19 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.