New York: Dewan Federal Reserve AS menunjuk Jerome Powell sebagai ketua sementara The Fed hingga Kevin Warsh resmi dilantik sebagai bos baru bank sentral Amerika Serikat.
Penunjukan Powell sebagai ketua sementara disebut sejalan dengan praktik sebelumnya dalam masa transisi kepemimpinan di Federal Reserve. Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers di situs resmi Federal Reserve.
Melansir Xinhua, Senin, 18 Mei 2026, masa jabatan kedua Powell sebagai ketua Fed secara resmi berakhir pada Jumat, 15 Mei 2026. Penggantinya, Kevin Warsh, telah dikonfirmasi oleh Senat AS dua hari sebelumnya sebagai ketua Fed berikutnya.
Powell mengatakan akan tetap berada di Dewan Federal Reserve sebagai gubernur untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Langkah itu dilakukan dengan mempertimbangkan independensi bank sentral AS.
Masa jabatan Powell sebagai gubernur Fed saat ini berlangsung hingga Januari 2028. Powell sebelumnya menghadapi investigasi kriminal Departemen Kehakiman AS terkait penanganan renovasi kantor pusat Federal Reserve di Washington DC.
Namun, investigasi tersebut kemudian dialihkan ke inspektur jenderal Fed setelah seorang senator Republik mengancam akan memblokir semua calon ketua Fed dari Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga :
Data Inflasi AS Terbaru Disebut Kabar Buruk, Fed Didesak Hati-hatiKevin Warsh akan digantikan sementara oleh Jerome Powell. Foto: Dok Discovery Alert.
Siapa Kevin Warsh?
Dilansir dari Investing.com, Kevin Warsh adalah seorang ekonom Amerika dan mantan pembuat kebijakan yang menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve dari 2006 hingga 2011, termasuk selama krisis keuangan global.
Selama masa jabatannya, ia terlibat erat dalam membentuk respons Fed terhadap gejolak pasar dan bertindak sebagai penghubung utama dengan Wall Street. Setelah meninggalkan bank sentral, ia tetap memiliki suara berpengaruh dalam kebijakan moneter, sering mengomentari inflasi, suku bunga, dan arah ekonomi AS secara lebih luas.
Ketika Warsh menjelaskan pandangannya dalam sidang Kongres pada Jumat, ia memberikan penekanan "lebih besar dari yang diharapkan" pada independensi Fed, dengan mengatakan Fed bertanggung jawab atas stabilitas harga dan harus menjaga inflasi tetap rendah sebagai bukti independensinya, bahwa "independensi harus diperoleh."
"Ini bisa saja terdengar agresif. Namun, ketika membahas apa yang sebenarnya akan ia lakukan, pernyataannya tidak agresif," kata analis di KB Securities.




