Hidupkan Legenda Banten, Navaswara Gelar Festival Storytelling Suara Nusantara 2026

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Navaswara sukses menyelenggarakan babak final Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026 di Pendopo Gubernur Banten.

Mengusung tema “Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan”, acara itu merupakan komitmen nyata untuk menjaga warisan tutur masyarakat 

BACA JUGA: ABPEDNAS Gandeng Navaswara Gelar ‘Jaga Desa Awards 2026’

Festival ini merupakan edisi kedua dari rangkaian besar Suara Nusantara, menyusul kesuksesan penyelenggaraan perdana pada November 2025 lalu di Jakarta. 

Acara puncak yang berlangsung hari ini dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni dan jajaran.

BACA JUGA: KAPPI Dorong Storytelling sebagai Strategi Memperkenalkan Kopi Indonesia

Andra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang digagas oleh Navaswara karena budaya tutur adalah akar dari jati diri masyarakat Banten. 

“Budaya tutur adalah akar dari jati diri masyarakat Banten,” ucap Andra, Minggu (17/5).

Andra menjelaskan melalui Festival Suara Nusantara ini masyarakat tidak hanya mendengarkan cerita masa lalu, tetapi sedang menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada calon pemimpin masa depan.

“Saya bangga melihat anak-anak begitu percaya diri membawakan legenda tanah kelahirannya,” ujarnya. 

Ketua Panitia Pelaksana, Cahaya Manthovani menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini melampaui ekspektasi.

“Sejak babak penyisihan melalui unggahan video di Instagram, kami melihat kualitas penceritaan yang sangat luar biasa,” kata dia. 

Cahaya menjelaskan peserta tidak hanya menghafal naskah, tetapi juga menyiapkan kostum dan properti yang sangat detail.

“Ini membuktikan bahwa cerita rakyat tetap relevan jika diberikan ruang ekspresi yang tepat,” ungkapnya. 

Kompetisi tahun ini terbagi ke dalam empat kategori utama yang melambangkan tahapan pertumbuhan pohon Nusantara, yaitu Benih Nusantara untuk tingkat SD/MI, Tunas Nusantara untuk tingkat SMP/MTS, Kuntum Nusantara untuk tingkat SMA/SMK, serta Ranting Nusantara untuk kategori Mahasiswa dan Umum. 

Penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri profesional yang terdiri dari pakar dongeng nasional dan penggerak literasi lokal. Jajaran juri tersebut di antaranya adalah Kurniawati Yuli Pratiwi, Yunita Andra Sukmastuti, Putri Dewi, dan Suci Yoskarina yang mewakili Ayo Dongeng Indonesia. 

Selain itu, hadir pula Ratna Puspa Indah selaku Ketua Read Aloud Serang dan Raudloh Rida sebagai Duta Bahasa Provinsi Banten yang memberikan sudut pandang kebahasaan serta kearifan lokal dalam penilaian setiap penampilan peserta. 

Sebagai bagian dari rangkaian acara, selain penganugerahan bagi para pemenang, diberikan pula apresiasi khusus bagi tokoh literasi Banten yang telah konsisten menggerakkan budaya tutur di masyarakat.

“Festival ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya panggung-panggung literasi serupa di masa depan,” jelas Ratna.

Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026 terselenggara atas kerja sama erat antara Navaswara Bhuwana Kencana dan Navaswara Media Nusantara (Navaswara.com).

Penyelenggaraan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai mitra strategis, di antaranya adalah Bank Nasional Indonesia (BNI), PT iForte Solusi Infotek, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta Kantor Bahasa Provinsi Banten yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Selain itu, dukungan juga mengalir dari PT Astra International Tbk, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Frisian Flag Indonesia, hingga Mayora. Sinergi ini membuktikan bahwa pelestarian kebudayaan merupakan tanggung jawab kolektif lintas sektoral demi membangun generasi yang mencintai sejarahnya. 

Dukungan terhadap festival ini juga diperkuat oleh kehadiran berbagai Community Partners yang telah lama bergerak di bidang literasi, yaitu Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi), Read Aloud, Membacakan Nyaring, Kampung Dongeng, Learning Bee, Jejak Kelana, serta Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Korwil Banten. Keterlibatan komunitas-komunitas ini memastikan bahwa semangat mendongeng menjangkau akar rumput masyarakat secara luas. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disajikan Makanan di Depannya, Sherly Tjoanda Malah Gagal Fokus saat Ngobrol dengan Ashanty
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Aston Inn Batu dan EO Warna Gelar “Little Smart & Style Day”, Ratusan Anak Tampilkan Bakat dan Kreativitas
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Timnas Indonesia Dapat Kabar Gembira, Striker 196 Cm Ini Disebut Siap Bela Timnas Indonesia
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Dari Peduli Lansia hingga Syiar Al-Qur’an, Majelis Ta’lim Al-Munawarah Pampang Gelar Pembubaran Panitia Amaliah Ramadan
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Tissa Biani Bagikan Cara Elegan Hadapi Haters, Gimana Sih?
• 45 menit laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.