Efektivitas Teknologi Common Rail Biar Mesin Diesel Irit Bahan Bakar

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menjadi salah satu produsen otomotif, khususnya truk, yang menggunakan mesin diesel modern berbasis teknologi Common Rail. Teknologi ini kini telah digunakan pada seluruh lini kendaraan Isuzu di Indonesia guna meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menekan emisi gas buang sesuai standar Euro 4.
 
Sebagai salah satu pionir penggunaan mesin diesel di kendaraan niaga, merek asal Jepang ini menilai teknologi Common Rail menjadi solusi penting bagi pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan operasional hemat bahan bakar, tangguh, dan ramah lingkungan.
 
Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, mengatakan teknologi Common Rail sudah dihadirkan Isuzu sejak 15 tahun lalu di Indonesia dan masih menjadi pilihan konsumen hingga saat ini.

"Kami sudah menghadirkan teknologi Common Rail sejak 15 tahun lalu di Indonesia, dan terbukti bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar serta menekan emisi gas buang. Teknologi ini berdampak secara langsung kepada bisnis pelanggan lebih menguntungkan dan hingga kini terus menjadi pilihan Isuzu Partner di berbagai daerah di Indonesia," ungkap Rian Erlangga melalui keterangan resminya. Baca Juga:
GWM Ora 5, Pantaskah Menantang BYD Atto 3?
Teknologi Common Rail bekerja menggunakan tekanan tinggi untuk menghasilkan atomisasi bahan bakar yang lebih optimal. Sistem ini memanfaatkan jalur distribusi bahan bakar atau rel pipa bersama (common rail) agar suplai bahan bakar dapat dibagikan secara merata ke seluruh injektor.
 
Selain itu, teknologi ini juga didukung katup solenoid atau piezoelektrik yang memungkinkan pengaturan waktu dan jumlah injeksi bahan bakar dilakukan secara elektronik dan presisi. Unit kontrol elektronik mesin akan menyuntikkan sejumlah kecil bahan bakar sebelum injeksi utama dilakukan.
 
Proses tersebut membuat pembakaran menjadi lebih efisien sehingga konsumsi bahan bakar lebih hemat dan emisi gas buang dapat ditekan. Teknologi ini juga membantu kendaraan memenuhi standar emisi Euro 4 yang kini berlaku di Indonesia.
 
Efektivitas teknologi Common Rail juga dibuktikan melalui pengujian internal di model Isuzu ELF NLR L. Dalam simulasi perjalanan on-road selama 26 hari dengan jarak tempuh 450 kilometer per hari dan total bobot kendaraan mencapai 5.400 kilogram, kendaraan menggunakan bahan bakar jenis biosolar. Baca Juga:
Cara Paling Efektif Melindungi Cat Mobil, Biar Enggak Kusam dan Baret Halus!
Hasil pengujian menunjukkan Isuzu ELF NLR L mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 8,6 km/liter. Angka tersebut diklaim lebih hemat 34,4 persen dibanding kompetitor serta berpotensi menghemat biaya bahan bakar hingga Rp3,1 juta.
 
IAMI menegaskan hasil pengujian tersebut merupakan simulasi internal sehingga angka konsumsi bahan bakar dapat berbeda tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, hingga beban kendaraan.
 
"Melalui penggunaan mesin yang sudah dilengkapi Common Rail, Isuzu ELF NLR L mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal tanpa mengurangi performa kendaraan. Terbukti simulasi uji coba yang dilakukan oleh internal berdampak kepada biaya operasional yang lebih hemat hingga 25,6% per bulan, sehingga memberikan keuntungan lebih bagi pelaku usaha dalam meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional kendaraan, dan tentunya lebih ramah lingkungan karena irit bahan bakar," jelas Rian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas Diminta Bentuk Asosiasi Ojol Nusantara
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Jangan Sepelekan Pelemahan Rupiah
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Sempat Gugup, Omar Daniel Senang Bisa Syuting Bareng Raihaanun
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Rumah di Kedung Anyar Surabaya Kebakaran, Obat Nyamuk Diduga Jadi Penyebab
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pedagang Daging Sapi Pasar Kosambi Kota Bandung Mogok Berjualan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.