Oleh: Yogi Arief Nugraha, Pemimpin Redaksi KompasTV
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah harus jadi fokus perhatian pemerintah. Stabilitas Rupiah adalah jangkar ekonomi yang bisa berdampak luas jika diabaikan saat melemah. Tidak hanya menjadi tugas utama otoritas moneter atau bank sentral, tapi juga semua pemangku kebijakan ekonomi nasional punya peran dalam menjaga stabilitas Rupiah.
Rupiah yang stabil dan kuat akan membuat harga terjaga dan ujungnya inflasi terjaga. Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku dan barang modal masih tinggi. Kedelai untuk tempe dan tahu, gandum untuk mi instan dan mesin-mesin pabrik hingga komponen elektronik masih tergantung import dan mengandalkan transaksi mata uang asing.
Nilai tukar Rupiah yang stabil juga akan memberi kepastian dunia usaha, menjaga beban utang luar baik swasta maupun negara. Selain itu bagi investor asing stabilitas mata uang Rupiah adalah faktor penting karena selain soal kepastian juga ada jaminan keuntungan investasi.
Baca Juga: Prabowo Saat Indonesia Disebut Chaos karena Nilai Tukar Rupiah: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar Kok
Pelemahan Rupiah lambat laun akan berdampak ke stabilitas sistem perbankan. Jika banyak perusahaan yang harus tutup usahanya karena Rupiah terus tertekan maka angka kredit macet bisa jadi 'bom waktu'.
Pemerintah harus menunjukan gestur pentingnya menjaga stabilitas Rupiah demi menjaga iklim investasi dan fondasi ekonomi Nasional di mata pelaku usaha dan dunia internasional.
Hindari komunikasi publik yang bisa dipersepsi sebagai ketidakseriusan pemerintah dalam menjaga fondasi ekonomi nasional. Apalagi dilontarkan seorang presiden.
Pesan komunikasi publik dari seorang presiden selalu menjadi perhatian dan direspons oleh khalayak luas termasuk pelaku usaha baik domestik dan internasional. Harus jadi pertimbangan untuk tidak main-main dalam melontar komunikasi politik apalagi untuk isu spesifik seperti pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS.
Sebaliknya, semua pihak pelaku usaha dan masyarakat sipil harus ikut membantu menjaga Rupiah tidak semakin terpuruk. Termasuk tidak menjadikan momentum ini sebagai konsolidasi politik yang membuat penguasa ekstra waspada.
Baca Juga: Prabowo Jawab Pihak Panik Rupiah Melemah: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke
Penulis : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- rupiah
- dolar as
- amerika serikat
- nilai tukar rupiah
- pelemahan





