Surabaya (beritajatim.com) – Memadupadankan batik dengan style olah raga adalah tantangan tersendiri bagi para desainer Jawa Timur.
Salah satunya desainer asal Surabaya Tri Mutmainah yang memadupadankan batik dengan bahan baju olahraga yang berbeda namun tetap nyaman, maksimal menyerap keringat, serta cepat kering.
Dosen di sebuah universitas Negeri Surabaya ini menggabungkan gaya desain pakaian olahraga dengan sentuhan budaya.
“Ini merupakan koleksi pertama saya. Memang pada awalnya agak sulit mengaplikasikan wastra ke dalam tema sport fashion. Tapi ini jadi tantangan tersendiri dan saya tertantang,” minggu (17/5/2026).
Lebih lanjut, Tri Mutmainah menjelaskan, jika tidak asal menggoreskan cantingnya di dalam busananya tersebut karena harus sesuai dengan batik yang digambar.
“Saat melakukan treatment sesuatu jangan sampai batik yang kami pilih itu salah. Jadi seperti mega mendung ini aman. Karena dia umum. Mau ditaruh di sportswear oke di pesta juga oke,” tuturnya.
Tri Mutmainah sendiri pada even tersebut membawa delapan busana yang siap diperkenalkan kepada para pengunjung SSFF 2026. Delapan busana itu terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan sentuhan batik.
Kendati baru pertama kali mendesain busana olahraga dengan sentuhan batik. Tri Mutmainah mengaku ingin terus mencobanya pada kesempatan berikutnya. (way/aje)




