PT Toyota-Astra Motor (TAM) hingga saat ini masih menawarkan produk bermesin diesel untuk segmen kendaraan penumpang, dua model populernya yakni Fortuner dan Kijang Innova. Pabrikan turut menanggapi perihal harga solar non-subsidi yang sedang naik.
Direktur Pemasaran PT TAM, Bansar Maduma mengatakan saat ini pihaknya belum melihat keterkaitan antara melonjaknya harga solar non-subsidi dengan dampaknya terhadap penjualan lini bermesin diesel.
"Ya, kita terus monitor. Pastinya ada, apalagi kalau dilihat bahwa mesin-mesin teknologi yang maju sebetulnya sudah mewajibkan untuk menggunakan Dex, harganya memang dua kali lipat (dibanding biosolar)," buka Bansar ditemui di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Namun dirinya tak menanggapi lebih jauh perkara itu, lebih-lebih Bansar menjelaskan bahwa Toyota dapat adaptif lewat ragam produk yang ditawarkannya. Sehingga menghadirkan lebih banyak pilihan bagi konsumen sesuai dengan kebutuhannya.
"Tetapi terus kita monitor, maksudnya kita adalah bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan harga. Pada saat mereka khawatir tentang diesel, ada pelanggan yang memilih model-model lain misalnya gasoline atau hybrid," terangnya.
"Untungnya kami punya line up lengkap, kalau Innova lawas atau Reborn itu kita ada Zenix yang gasoline atau hybrid, ya. Jadi ini sebetulnya menjawab ya, jika kebutuhan customer beda-beda dalam kebutuhan mereka dan juga kondisi. Toyota semuanya ada," kata Bansar lagi.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) baik Toyota Innova dan Fortuner bermesin diesel selama Januari hingga April 2026 konsisten di atas ribuan unit per bulannya.
Penjualan Januari-April 2026 Toyota Kijang Innova 'Reborn' Diesel (10.724 unit)Januari: 2.728 unit
Februari: 3.514 unit
Maret: 1.472 unit
April: 3.010 unit.
Januari: 1.049 unit
Februari: 1.071 unit
Maret: 697 unit
April: 1.383 unit.





