Teknik Eco Driving Agar Truk Semakin Irit Solar

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) membagikan sejumlah teknik eco driving yang dapat diterapkan pengemudi kendaraan niaga untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menjaga performa kendaraan tetap optimal.
 
Selain didukung teknologi mesin diesel Common Rail, penerapan pola berkendara yang tepat dinilai menjadi faktor penting dalam menekan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional kendaraan.
 
Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, mengatakan bahwa kebiasaan berkendara yang efisien dapat membantu kendaraan bekerja lebih optimal, terutama untuk operasional harian kendaraan niaga. Berikut beberapa teknik eco driving yang disarankan untuk kendaraan diesel: 1. Jaga putaran mesin tetap optimal Hindari over-revving. Mesin diesel truk itu paling efisien di rentang torsi maksimalnya, bukan di RPM tinggi. Artinya, pindah gigi di momen yang tepat, jangan nunggu putaran mesin terlalu tinggi. Baca Juga:
GWM Ora 5, Pantaskah Menantang BYD Atto 3? 2. Akselerasi halus, bukan agresif Pedal gas diinjak secara bertahap, bukan diinjak sedalam-dalamnya. Akselerasi mendadak membuat konsumsi BBM naik drastis dan mempercepat keausan komponen seperti kopling dan ban. 3. Antisipatif, bukan reaktif Lihat kondisi jalan jauh ke depan. Jikalau ada lampu merah atau kemacetan di depan, lepas pedal gas lebih awal dan manfaatkan engine brake. 4. Manfaatkan engine brake Gunakan engine brake untuk membantu deselerasi. Selain membuat irit BBM, engine brake juga membantu kinerja rem lebih ringan serta memperpanjang umur kampas rem. 5. Jaga kecepatan konstan Kecepatan stabil itu kunci utama efisiensi. Biarkan mesin bekerja secara konstan agar pembakaran bahan bakar bisa dilakukan secara efisien. Baca Juga:
Motor Hilang? Begini Cara Cek Motor yang Ditemukan Polisi 6. Hindari idle terlalu lama Mesin nyala tanpa jalan itu hanya membuang-buang solar. Jika berhenti lebih cukup lama, lebih dari 10 menit, lebih baik matikan mesin. 7. Perhatikan beban dan distribusi muatan Overload atau distribusi beban yang nggak merata membuat mesin kerja lebih keras dan handling jadi buruk. Ini bukan cuma soal efisiensi, tapi juga safety. 8. Tekanan ban harus ideal Pastikan tekanan angin di ban sesuai dengan rekomendasi pabrik. Ban dengan tekanan angin yang kurang membuat kendaraan lebih berat, dan akhirnya berpengaruh terhadap kinerja mesin lebih keras 9. Gunakan gigi tinggi saat memungkinkanp Semakin tinggi gigi, semakin rendah RPM, selama masih di zona torsi optimal, dan membuat hemat bahan bakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Puncak Haji 2026, KH Cholil Nafis Beberkan 3 Skema Mabit di Muzdalifah
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Merah Menyala Lautan Pelari Digiland Run 2026 di GBK, Jakarta
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Risk Premium dan Depresiasi Ekstrem Rupiah
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kecelakaan Mobil Masuk Saluran Irigasi di Grobogan, 1 Orang Tewas
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Dua Pesawat Jet Militer AS Tabrakan Saat Atraksi, 4 Awak Selamat Pakai Pelontar
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.