Mensos: Program Prioritas Presiden Tak Boleh Dinodai Korupsi Sekecil Apa Pun

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memperingatkan anak buahnya untuk menjauhi korupsi sedikit dan sekecil apapun dalam program prioritas di Kementerian Sosial (Kemensos).

"Program prioritas Presiden tidak boleh dinodai korupsi sekecil apapun," ujar Gus Ipul dalam sambutan apel antikorupsi di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026) pagi.

Gus Ipul menyebutkan, program-program di Kemensos mayoritas menyasar rakyat kecil sehingga penyaluran dan pengelolaan perlu integritas.

Baca juga: Mensos Peringatkan Bawahannya, Nekat Korupsi Akan Langsung Dilaporkan

Ia mencontohkan, pengadaan barang dan jasa di Kemensos harus tepat waktu, tepat prosedur, dan tertib administrasi,

Gus Ipul mengatakan, Kemensos harus menjadi instansi kementerian yang bersih, berintegritas dan layak dipercaya oleh rakyat.

Pasalnya, kata Gus Ipul, tidak semua masyarakat mengetahui dan memahami bagaimana proses pengadaan di lingkungan Kemensos.

"Saya ingin ingatkan, jabatan ini sementara. Tanda tangan kita hari ini mungkin hanya satu detik, tapi akibatnya bisa bertahun-tahun," kata dia.

Baca juga: Mensos Kutuk Keras Pencabulan Santri di Pati, Dukung Pelaku Dihukum Berat

Gus Ipul juga memperingatkan jajaranya untuk tidak menukar kehormatan jabatan dengan apa pun, apalagi uang.

"Jangan menukar kehormatan, nama baik keluarga dan masa depan anak-anak kita hanya karena sesuatu yang tidak sebanding," ujar dia.

Jika masih ada yang melanggar, Gus Ipul akan langsung menindak tegas pegawai yang sering melakukan pelanggaran.

"Saya tegaskan, kami akan menindak tegas bagi teman-teman yang mungkin suka lelet, suka tidak disiplin, melanggar ketentuan, pasti akan ditindak," kata Gus Ipul menegaskan.

Potensi malaadministrasi pengadaan sepatu Sekolah Rakyat

Sebelumnya, Gus Ipul mengungkapkan adanya potensi malaadministrasi dalam proses pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat (SR).

Menyusul temuan potensi malaadministrasi tersebut, Gus Ipul membebastugaskan dua pejabat, salah satunya adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PKK).

"Saya membebastugaskan sementara dari jabatannya pada jabatan Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa sebagai Pejabat Pembuat Komitmen pada satuan kerja Sekretariat Jenderal dan Kepala Sub Bagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara," kata Saifullah, Rabu (13/5/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Mensos menugaskan Inspektur Jenderal (Irjen) untuk melanjutkan pendalaman sekaligus melakukan evaluasi dan investigasi barang dan jasa, khususnya perlengkapan sepatu SR yang ramai diperbincangkan.

"Semua yang sudah kami lakukan menjadi satu bagian evaluasi untuk memperbaiki pengadaan pada tahun 2026," tutur dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MUI Sambut Idul Adha: Kita Doakan Pemerintah dan Warga Saling Bahu-Membahu
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kisah Legendaris: Timnas Indonesia Pecundangi Korea Selatan di Piala Asia U-23, Perayaan Suporter Viral di Media Sosial
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Bupati Arief Sidak Pasar Pon Jelang Idul Adha
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penghormatan untuk Marsinah di Era Prabowo: Gelar Pahlawan dan Museum
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Jelang Puncak Haji, Begini Kondisi Terowongan Menuju Jamarat di Mina
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.