Pemerintah Arab Saudi mengecam keras serangan drone di Uni Emirat Arab (UEA) yang menyebabkan kebakaran di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Barakah. Pihak berwenang UEA masih menyelidiki sumber serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan UEA mengatakan telah "berhasil" mencegat dua drone, sementara drone yang ketiga menghantam generator listrik di dekat (PLTN) Barakah, fasilitas nuklir yang berada di wilayah al-Dhafra, Abu Dhabi. Kementerian mengatakan drone tersebut masuk dari "perbatasan barat", tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut.
Otoritas darurat telah merespons insiden tersebut dan mengkonfirmasi bahwa tidak ada korban luka yang dilaporkan. Demikian menurut Kantor Media Abu Dhabi.
Dilansir Al Arabiya, Senin (18/5/2026), dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan Kerajaan dengan tegas mengecam "serangan terang-terangan" tersebut, yang menurutnya "mengancam keamanan dan stabilitas kawasan."
Kementerian juga menegaskan kembali solidaritas Arab Saudi dengan UEA dan dukungannya untuk "semua langkah yang diambil untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayahnya."
Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan kemudian menerima telepon dari Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed, di mana kedua pihak meninjau langkah-langkah keamanan setelah serangan tersebut. Demikian laporan media pemerintah Saudi, SPA.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk serangan itu, menyebutnya sebagai "eskalasi berbahaya."
(ita/ita)





