UEA Pastikan Tak Ada Kebocoran Radioaktif usai Serangan di Dekat PLTN Barakah

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Abu Dhabi: Badan Pengawas Nuklir Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa tidak ada kebocoran material radioaktif setelah insiden drone di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah.

Otoritas Jasa Keuangan Nuklir Federal (FANR) menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Pihak FANR memastikan bahwa insiden tersebut sama sekali tidak memengaruhi sistem keselamatan pembangkit maupun kesiapan fungsi-fungsi esensial di dalam fasilitas nuklir. Otoritas pengawas juga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang tercatat dalam peristiwa keamanan ini.

“Tidak ada pelepasan material radioaktif, tingkat keselamatan radiologis tetap berada dalam kisaran normal, dan tidak ada risiko bagi masyarakat atau lingkungan,” tulis lembaga tersebut dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Anadolu, pada Senin, 18 Mei 2026.

Pernyataan dari badan pengawas nuklir ini dirilis beberapa jam setelah Kantor Media Abu Dhabi mengumumkan bahwa petugas keamanan telah merespons insiden kebakaran yang melanda sebuah generator listrik. Fasilitas generator yang terbakar tersebut berada di luar perimeter dalam kawasan PLTN yang terletak di Wilayah Al Dhafra.

Kantor media tersebut mengonfirmasi bahwa kebakaran dipicu oleh hantaman serangan drone, meski mereka belum mengidentifikasi asal atau pelaku di balik peluncuran pesawat tanpa awak tersebut.

Ketegangan di kawasan Teluk terus mengalami eskalasi sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara skala besar ke wilayah Iran pada bulan Februari lalu.

Sebagai langkah balasan, Teheran melancarkan serangan rudal dan drone yang membidik wilayah Israel serta sejumlah negara sekutu AS di Teluk, termasuk UEA, yang kemudian diikuti dengan penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Meski gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Pakistan, rangkaian negosiasi damai di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang yang permanen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada perkembangan terakhir memutuskan untuk memperpanjang masa jeda pertempuran tersebut tanpa batas waktu yang ditentukan, meski situasi di lapangan masih diwarnai sejumlah insiden serangan. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Dekat PLTN Barakah UEA


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WNI Diduga Disekap dan Disiksa Sindikat Mafia Tambang di Malaysia
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Kalah dari Fiorentina, Juventus Masih Ada Harapan ke Liga Champions?
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Video: IHSG Terus Anjlok dan Melemah Hingga 3,6% ke 6.400-an
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penjelasan Bea Cukai soal Heboh Pemeriksaan Kartu Pokemon di Bandara Soetta
• 23 jam laludetik.com
thumb
Posisi Hilal Penuhi Kriteria, Indonesia dan Saudi Diprediksi Iduladha Serentak 27 Mei 2026
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.