Sleman: Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai titik penjualan jelang perayaan Iduladha. Ratusan petugas diterjunkan demi memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi hewan kurban setelah dipotong.
"Ada sekitar 200 orang kami terjunkan di berbagai titik guna melakukan pemeriksaan (calon) hewan kurban," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (DPPP) Kabupaten Sleman, Suryawati Purwaningtyas, Senin, 18 Mei 2026.
Suryawati menjelaskan, Pasar Tiban menjadi salah satu titik strategis penerjunan petugas pemeriksa tersebut. Khusus di titik tersebut, sekitar 40 petugas sudah diplot. "Pemeriksaan ini untuk deteksi dini (potensi) penyebaran penyakit (hewan) menular dan mencegah peredaran hewan berpenyakit," kata dia.
Baca Juga :
Berkenalan dengan Suro, Sapi Kurban Presiden Prabowo Asal Jepara Berbobot 1.070 Kg
Suryawati menjelaskan, pemeriksaan sangat diperlukan karena masuknya ternak dari luar daerah tidak selalu terjamin kesehatannya. Ia mengatakan, petugas pemeriksa perlu melakukan pemeriksaan ante-mortem atau pemeriksaan fisik terhadap hewan. Langkah ini demi mengantisipasi penyebaran penyakit pada ternak.
Kepala DPPP Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dilibatkan dalam pemeriksaan calon hewan kurban tersebut. Sekitar 70 mahasiswa dilibatkan untuk memperluas jangkauan pemeriksaan.
Ilustrasi Medcom.id
Rofiq menjelaskan, para mahasiswa tersebut diterjunkan bersama dokter hewan yang berjumlah sekitar 24 orang dan penyuluh lapangan sekitar 75 orang. Menurut dia, keterlibatan petugas tidak sekadar pemeriksaan fisik hewan, tetapi juga hingga pengawasan teknis pelaksanaan pemotongan di lapangan.
"Termasuk bagaimana mengatur jarak minimal lokasi penyembelihan dengan penanganan daging, minimal 10 hingga 20 meter, dan penanganan limbah darah serta kotoran tidak dibuang di sungai," ucapnya.




