Perajin tahu menyelesaikan proses produksi di kawasan Duren Tiga, Senin (18/5/2026), di tengah tingginya kebergantungan industri tahu-tempe nasional terhadap pasokan kedelai impor.
Kementerian Pertanian memperkirakan kebutuhan kedelai nasional pada 2026 mencapai 2,7 juta ton. Tingginya kebergantungan terhadap kedelai impor membuat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak langsung pada kenaikan harga bahan baku di pasar domestik, yang turut membebani pelaku usaha kecil seperti perajin tahu.
Untuk menekan kebergantungan impor tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi kedelai dalam negeri melalui berbagai program penguatan sektor pertanian dan perluasan lahan tanam.





