Nilai tukar rupiah pada pembukaan Senin (18/5/2026) pagi kembali bergerak melemah 33 poin atau 0,19 persen dan kini menjadi Rp17.630 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.
Lukman Leong Analis mata uang Doo Financial Futures menilai pelemahan ini dipengaruhi oleh hasil pertemuan Donald Trump Presiden AS dan Xi Jinping Presiden China, yang tak banyak membahas solusi terkait perang AS-Iran.
“Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global pada hari Jumat (15/5/2026), dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua aset, termasuk obligasi, saham, crypto, dan mata uang oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran,” ungkapnya di Jakarta pada Senin (18/5/2026) seperti dilaporkan dari Antara.
Dalam pertemuan itu, pihak Xi Presiden menyarankan agar selat Hormuz segera dibuka kembali dengan tetap mempertahankan gencatan senjata. Wang Yi Menteri Luar Negeri China mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong perdamaian dan memfasilitasi perundingan.
Sementara itu dari pihak Teheran, Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran, menyebut pada upaya mediasi sebelumnya yang ditengahi oleh Pakistan, belum mencapai kata gagal.
Ia justru menilai mediasi menghadapi “jalan yang sangat sulit”, dengan alasan ketidakpercayaan terhadap AS dan menilai pesan-pesan yang dilayangkan AS bersifat kontradiktif.
Aragachi mengklaim bahwa pihaknya tetap berkomitmen pada diplomasi meski yang digambarkannya sebagai gencatan senjata antara kedua belah pihak bersifat rentan.
Melansir Anadolu, Trump sendiri menyatakan ketidakyakinan apakah kesepakatan akan segera tercapai antara AS dengan Iran. Pasalnya, negosiasi mengenai program nuklir dan konflik yang sedang berlangsung terus berlanjut tanpa penyelesaian.
Adapun menurut laporan dari sejumlah media lainnya, Trump diperkirakan akan mengambil keputusam dalam beberapa jam mendatang, apakah akan melanjutkan serangan terhadap rezim Iran atau tidak.
Keputusan ini menyusul hasil dari pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan mengatasi program nuklir Iran sejauh ini masih gagal mencapai kesepakatan.
Karena sentimen tersebut, harga minyak mentah dunia kembali naik. Meski China dan AS menyepakati sejumlah kerja sama, tetapi tanggapan pasar tak sekuat kekhawatiran terhadap harga minyak dunia yang tinggi.
“Kedua negara dan dunia menginginkan perang berakhir, namun sepertinya sulit bagi Iran melepas ambisi nuklir mereka, sehingga dalam pertemuan Xi dan Trump lebih banyak membahas hubungan kedua negara,” kata Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp17.550-Rp17.650 per dolar AS.(ant/mar/bil/ham)




