Akademi adalah tiang penyangga dari sebuah klub, kata Ricky Nelson

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Akademi Persija Ricky Nelson mengatakan "akademi adalah tiang penyangga dari sebuah klub" setelah timnya memenangi penghargaan akademi terbaik Elite Pro Academy (EPA) untuk seluruh level kompetisi musim ini.

Titel akademi terbaik untuk Persija ditorehkan setelah tim Ibukota ini memenangi EPA Super League U20 usai mengalahkan Malut United 1-0 dan juga menjadi finalis EPA U18 usai kalah dari Malut United melalui babak adu penalti dengan skor 2-3 di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, Minggu.

"Akademi harus dilihat sebagai sebuah hal investasi masa depan yang serius sehingga kita enggak mau main-main dalam hal itu. Makanya mungkin ya hari ini kita mendapatkan sebuah apresiasi kita syukuri, tetapi paling penting bahwa akademi ini harus terus berjalan dan klub melihat ini sebagai investasi yang jangka panjang, bukan untuk hari ini aja," kata Ricky saat ditemui awak media termasuk ANTARA di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Minggu.

"Jadi akademi adalah tiang penyangga dari sebuah klub. Kalau akademinya bagus, klub juga akan menjadi bagus," tambah dia.

Dari dua kompetisi ini Macan Kemayoran juga mengantarkan dua pelatih mereka, Furqon (Persija U20) dan Ferdiansyah (U18) sebagai pelatih terbaik, serta penggawa mereka yaitu Ahmad Mujadid sebagai top skor untuk EPA U20. Mereka juga mendapatkan penghargaan sebagai tim fair play di EPA U16 dan EPA U18.

Baca juga: Ricky Nelson berharap sukses Persija di EPA U20 menular ke senior

"Kita tekankan anak-anak untuk main bola aja. Jangan fokus pada mencederai lawan, pokoknya fokus pada bola karena sebenarnya ini DNA yang kita bangun, bangun possession, ya kan, menyerang, kuasai bola, sehingga tidak banyak perlu untuk kita melakukan pelanggaran di lapangan," kata Ricky di balik gelar fair play yang diraih Persija di EPA musim ini.

Saat ditanya apa rahasia kesuksesan akademi Persija musim ini, pria yang juga menjadi asisten pelatih tim senior Macan Kemayoran itu mengungkapkan bahwa salah satu kuncinya adalah menggunakan metodologi modern, yang terus diperbarui dari kerja sama dengan beberapa pihak, salah duanya dari Spanyol dan Swedia.

"Jadi kita selalu studi banding mencari DNA yang terbaik untuk anak-anak kita. Dan sejauh ini pilihan kita cukup berhasil, walaupun saya katakan belum 100 persen karena kita masih banyak PR (pekerjaan rumah) untuk bagaimana naikin pemain ke tim utama. Jadi ya sejauh ini ini yang bisa baru bisa kita kerjakan," jelas dia.

Lebih lanjut, Ricky mengatakan bahwa kesuksesan tim muda Persija akan hampa jika tidak ada perwakilan pemain yang promosi ke tim senior atau tim utama setiap musimnya.

Ada minimal tiga pemain muda yang setiap tahun dipromosikan, dengan target satu pemain mencatatkan debutnya untuk tim utama Macan Kemayoran.

"Tahun ini kita bisa membuat debut untuk Figo (Dennis), Aditya Warman, terakhir Dia (Syayid). Mudah-mudahan satu lagi (pemain promosi bisa debut) lawan Semen Padang (23 Mei) kita bisa taruh lagi buat debut. Jadi istilahnya sudah kalau ini terjadi ada empat orang yang bisa debut di tim senior. Jadi kita berusaha minimal tiga dalam setahun, ya lebih dari tiga lebih bagus," ucap Ricky.

Baca juga: Persija juara EPA Super League U20

Baca juga: PSSI kutuk keras insiden kekerasan di EPA U20


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tatar Sunda Bakal Ganti Nama Jabar, Begini Kata Pemrpov
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rawan Tawuran, Warga Tambora Minta Polisi Patroli Malam sampai Subuh
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov DKI Pelajari Strategi Cannes Kembangkan Ekonomi Berbasis Event
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Avtur Melonjak, Garuda (GIAA) Fokus Jaga Fundamental Bisnis
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenhub Sesuaikan Biaya Tambahan Angkutan Udara Dampak Kenaikan Harga Avtur
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.