CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sejarah mencatat bahwa turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia FIFA, membutuhkan waktu hingga hampir tiga dekade hanya untuk menyaksikan satu pertandingan berakhir tanpa gol.
Momen langka tersebut baru tercipta pada edisi keenam turnamen, tepatnya dalam pertandingan ke-110 sepanjang sejarah kompetisi.
Fakta unik ini terjadi pada Piala Dunia Swedia 1958 silam. Menariknya, rekor skor kacamata alias 0-0 pertama dalam sejarah ini justru lahir dari duel dua tim raksasa yang di kemudian hari mendominasi panggung sepak bola global, yakni Brasil dan Inggris.
Pertandingan yang berlangsung ketat di fase Grup 4 tersebut sempat dinilai menjemukan karena lini serang Brasil yang biasanya produktif mendadak tumpul di hadapan pertahanan Three Lions.
Namun, kegagalan Selecao mencetak gol dalam laga tersebut rupanya menjadi sebuah berkah terselubung yang mengubah peta sejarah sepak bola dunia untuk selamanya.
Akibat hasil imbang tanpa gol itu, pelatih Brasil saat itu, Vicente Feola, memutuskan untuk melakukan perombakan besar-besaran pada strategi tim.
Demi mendobrak kebuntuan, Feola secara berani mempromosikan dua nama baru ke dalam starting eleven untuk melakoni laga hidup-mati di pertandingan terakhir grup melawan Uni Soviet.
Dua pemain yang dimasukkan Feola adalah Garrincha, seorang pemain sayap lincah yang dikenal sulit dikendalikan, serta seorang remaja yang kala itu baru menginjak usia 17 tahun bernama Pele.
Keputusan taktis yang dipicu oleh kejutan skor 0-0 pertama di dunia itu terbukti menjadi langkah jenius.
Masuknya Garrincha dan Pele tidak hanya berhasil mengamankan kemenangan atas Uni Soviet, tetapi juga menginspirasi Brasil untuk terus melaju hingga merengkuh trofi juara dunia 1958.
Kehadiran dua talenta emas ini bahkan membawa tim Samba mendominasi jagat sepak bola dengan memenangkan empat trofi Piala Dunia berikutnya secara beruntun.
Sebuah akhir legendaris yang fondasinya justru lahir dari sebuah pertandingan tanpa gol yang sempat mengecewakan.
Sumber: FIFA




