VIVA – Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim melontarkan peringatan keras kepada mitra koalisi dalam Pemerintahan Persatuan. Ia mengisyaratkan kemungkinan pembubaran Parlemen dan percepatan Pemilihan Umum ke-16 (GE16), jika manuver politik yang dinilai merusak stabilitas terus berlanjut.
Anwar, yang juga Ketua Pakatan Harapan, menegaskan sikap tersebut dipicu langkah UMNO dan Barisan Nasional yang memperebutkan seluruh kursi di Johor, sebuah tindakan yang dinilai berpotensi memicu perpecahan dalam pemerintahan. menurutnya, ika mitra koalisi memilih untuk “bertengkar” dan memutus hubungan politik, ia tidak akan ragu mengembalikan mandat kepada rakyat melalui pemilu nasional.
"Bahkan, dalam waktu dekat saya harus memanggil pimpinan PH untuk bernegosiasi. Tidak hanya di negara bagian ini, tetapi kita harus berpikir serius. Jika seperti inilah cara kita memecah belah dan memutuskan hubungan di dalam pemerintahan, mungkinkah kita akan memilih untuk menggelar pemilihan umum secara nasional?" kata Anwar saat memberikan pidato pada puncak Konvensi PH 2026 di Johor, Malaysia, Minggu.
Ia menegaskan bahwa meskipun keputusan tanggal pemilu merupakan hak prerogatif Perdana Menteri, langkah drastis seperti pembubaran parlemen tidak akan diambil tanpa konsultasi internal dengan pimpinan PH.
Tak hanya itu, Anwar juga mengeluarkan peringatan politik yang lebih tajam: PH siap mengajukan kandidat di seluruh kursi di Johor, Negeri Sembilan, Selangor, Melaka, Penang, dan Pahang apabila negosiasi politik menemui jalan buntu.
“Jika ini pilihan mereka, PH akan bertanding di semua wilayah di Johor, di Negeri Sembilan, semua wilayah… dan kami akan memantau semuanya. Saya akan berdiskusi dengan teman-teman saya, apakah kita siap untuk segera melakukannya (Pemilu)?”
Meski demikian, Anwar menegaskan dirinya masih mengedepankan kesabaran demi menjaga stabilitas politik yang menjadi fondasi kemakmuran ekonomi Malaysia.
“Namun seperti yang saya katakan sebelumnya, jika mereka yang mulai mengancam, kami akan merespons dengan tegas. Jika mereka bernegosiasi dengan baik, kami adalah orang-orang yang baik, sabar, bijaksana, dan ingin menyelamatkan negara ini,” ujarnya.
Di akhir pidatonya, Anwar menyerukan seluruh mesin PH untuk siaga penuh dan tidak gentar menghadapi kemungkinan rangkaian pemilu dalam waktu dekat demi mempertahankan prinsip perjuangan partai.





