Grid.ID - Kasus kronologi bocah 11 tahun di Riau tewas gegerkan publik. Pasalnya, kejadian tersebut lantaran sang bocah yang sempat ditawari sang asisten rumah tangganya (ART) pengobatan mistis (dukun-dukunan).
Korban sendiri diketahui berinisial AA, warga Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam.
Kronologi Bocah 11 Tahun di Riau Tewas
Usut punya usut, melansir dari Tribunnews.com, kejadian bermula tatkala korban mengaku mengalami sakit. Mengetahui hal itu sang ART lantas menyebut jika sang bocah kerasukan.
Setelahnya, sang ART menawarkan diri untuk menyembukan korban dengan praktik mistis (dukun-dukunan). Pelaku sendiri diketahui berinsial DRE.
Dan kejadian nahas tersebut terjadi pada Rabu (13/5/2025) lalu di rumah korban. Hingga singkat cerita, pelaku memulai pengobatannya.
Yakni dengan memukul korban dengan tangan kosong, memasukkan sejumlah benda seperti rambut, ikat rambut dan potongan kertas ke dalam mulut korban. Mengalami hal demikian, korban lantas merintih kesakitan dan berusaha meminta tolong.
Rintihan sang bocah bahkan sempat didengar oleh keluarga dan tetangga. Mereka berupaya membantu memisahkan korban dari pelaku, namun pelaku justru melempar mereka dengan asbak.
Menjelang malam, akhirnya warga memberanikan diri untuk menolong korban yang terus merintih kesakitan. Saat itu, warga langsung mengamankan pelaku dan melihat korban yang kritis.
Setelahnya, warga sempat menghubungi bidan untuk meminta pertolongan. Namun nahas, nyawa sang bocah sudah tidak terselamatkan alias meninggal dunia.
Saat itu, di tubuh korban ditemukan sejumlah benda asing. Yakni seperti rambut, ikat rambut dan potongan kertas ditemukan dalam mulut korban saat dilakukan visum pada jenazah korban pada Kamis pagi (14/5/2026).
Sementara itu, terkait kronologi bocah 11 tahun di Riau tewas akibat sang ART, kasus tersebut telah dilaporkan ke kantor polisi. Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra melalui Kapolsek Kunto Darussalam AKP Joko Frasanta bahkan menyebut pelaku kini sudah diamankan.
"Sudah kita amankan. Ini jadinya penganiayaan sampai menghilangkan nyawa," ujar Emil dikutip Grid.ID dari Tribunpekanbaru.com, Senin (18/5/2026).
Sementara itu, jenazah korban saat ini sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan setelah dilakukan pemeriksaan pada Kamis (14/5/2026). (*)
Artikel Asli




