Sidrap, ERANASIONAL.COM – Bencana banjir melanda ribuan rumah warga serta fasilitas publik yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga merendam kawasan permukiman warga dan area persawahan.
“Dampak banjir tersebut mengakibatkan 1.260 KK atau 3.790 jiwa terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (18/5).
Abdul menjelaskan bahwa wilayah terdampak tersebar di 4 kelurahan dan 1 desa di 2 kecamatan, yakni; Desa Tana Toro di Kecamatan Pitu Riase, serta Kelurahan Toddang Pulu, Arateng, Baula, dan Amparita di Kecamatan Tellu Limpoe.
Banjir diketahui turut merendam 1.260 unit rumah termasuk 2 fasilitas pendidikan terdampak, 1 unit tanggul mengalami jebol, lahan persawahan sekitar 17 hektare terdampak, 1 akses jalan dan 1 kantor pemerintahan turut terdampak banjir.
Abdul menjelaskan bahwa petugas bersama warga saat ini telah melakukan perbaikan tanggul, hingga membantu warga terdampak banjir.
Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Sabtu (16/5).
Memasuki periode peralihan musim, peningkatan intensitas hujan di berbagai wilayah yang berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor harus ditingkatkan.
Kondisi tanah yang jenuh air di daerah lereng dan perbukitan, ditambah dengan sistem drainase yang kurang optimal, menjadi faktor yang memperbesar risiko terjadinya bencana tersebut.
Abdul mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi seperti BMKG dan BNPB.
Menjaga kebersihan saluran air, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, suara gemuruh dari arah lereng, atau kenaikan muka air sungai secara cepat.
“Pemerintah daerah juga didorong untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal, menyiapkan jalur evakuasi dan logistik darurat, serta meningkatkan sosialisasi terkait mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi,” pintanya. []





