IHSG Hari Ini Dibuka Melemah 1,40 Persen ke 6.628, Tertekan Sentimen Global

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai delapan persen ke posisi 8.261,79 imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia. (Sumber: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (18/5/2026), di tengah tekanan sentimen global dan meningkatnya kekhawatiran terhadap arah suku bunga dunia.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG turun 94,34 poin atau 1,40 persen ke posisi 6.628,98.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi kelompok saham unggulan juga melemah 9,37 poin atau 1,42 persen ke level 648,51.

Baca Juga: [FULL] Outlook Utang RI Jadi Negatif, Seberapa Besar Tekan Rupiah-IHSG? Begini Sorotan Ekonom

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan IHSG saat ini sedang menguji area support penting. 

Menurut dia, apabila pelemahan berlanjut dan indeks menembus level 6.700, maka IHSG berpotensi bergerak menuju area 6.500 hingga 6.550 dalam jangka pendek.

"Diperkirakan jika IHSG breakdown level 6.700, berpotensi menguji level 6.500 hingga 6.550 pada pekan ini,” ujar Ratna dalam kajiannya, Senin (18/5/2026), dikutip dari Antara.

Konflik Global dan Yield AS Tekan Sentimen Pasar

Pelaku pasar menilai ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait dinamika hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran, masih menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen investor global.

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global.

Di sisi lain, imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun tercatat naik hingga menyentuh level 5,1 persen. 

Kenaikan yield mencerminkan ekspektasi pasar bahwa suku bunga tinggi berpotensi bertahan lebih lama (higher for longer).

Baca Juga: [FULL] Pernyataan Menkeu soal S&P Pertahankan Rating RI, Bagaimana Pengaruhnya ke IHSG?

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • ihsg hari ini
  • ihsg dibuka melemah
  • pasar saham hari ini
  • analisis ihsg mei 2026
  • berita ekonomi terkini
  • konflik as iran dampak ekonomi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mau Ambil Kail Pancing yang Tersangkut di Kali Ciliwung, Remaja 14 Tahun Hanyut
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
IKN Belum Jadi Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Bilang Begini
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tidak Ada Perbedaan Hari Raya Idul Adha 2026 Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Pelindo Parepare Siagakan Layanan Pelabuhan Jelang Iduladha 2026
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Lewat Kostum Berbahan Singkong, Roller Coster Ungkap Keresahan Ekologis di Bali
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.