50 Ribu Orang Turun ke Jalan dalam Aksi “Unite the Kingdom”, Protes Pemerintah Inggris yang Dinilai Tidak Bertindak

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

Pada Sabtu 16 Mei 2026, aksi protes “Unite the Kingdom” kembali pecah untuk kedua kalinya di London. Sekitar 50 ribu orang turun ke jalan dalam aksi besar yang menghebohkan. Banyak warga menyatakan bahwa mereka sudah tidak tahan lagi dengan berbagai krisis dalam negeri seperti masalah keamanan, inflasi, dan lain-lain. Berikut laporan wawancara NTD

EtIndonesia. Dari King’s Road di London hingga Parliament Square, gelombang protes warga Inggris terus berlangsung.

Aksi “Unite the Kingdom” ini diprakarsai oleh aktivis konservatif Tommy Robinson. Menurut perkiraan polisi, aksi tersebut diikuti sekitar 50 ribu orang. Banyak peserta mengeluhkan bahwa mereka sudah merasakan terlalu banyak krisis.

 “Sejak mereka (imigran ilegal) datang, tingkat kejahatan meningkat, termasuk kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Karena itu saya datang hari ini untuk menunjukkan dukungan saya dan membuat Inggris hebat kembali,”ujar warga Inggris Alan. 

Warga Inggris June berkata: “(Imigran ilegal) datang lewat pantai begitu saja. Pemerintah menempatkan mereka di hotel, gratis atau menggunakan uang pajak rakyat. Mereka tinggal nyaman di banyak hotel mewah.”

Warga Inggris Dorcas mengatakan:  “Kami merasa tidak aman. Kami tidak ingin terkurung di rumah, sementara orang tua dan anak-anak tidak bisa bermain di luar. Kami tidak mau hidup seperti ini lagi, jadi hari ini saya ikut demonstrasi.”

Selain itu, biaya hidup yang terus melonjak dan kebebasan berbicara yang dianggap semakin terbatas juga membuat warga mengeluh.

Alan berkata:  “Anda bisa merasakan perbedaannya. Harga makanan, listrik, air, semuanya naik, termasuk bahan bakar. Banyak hal berubah drastis, kadang terasa sangat sulit.”

Warga Inggris Daniel mengatakan:  “Kebebasan berbicara juga masalah serius. Kami tidak bisa bebas mengungkapkan keyakinan kami, jadi kami hidup dalam masyarakat tanpa kebebasan berbicara. Ini pada dasarnya sosialisme dan komunisme, dan itulah arah Inggris sekarang.”

Sebagian peserta membawa spanduk bertuliskan “Kami ingin negara kami kembali”. Ada pula warga Iran yang membawa tulisan: “Khamenei sudah tamat, Trump, terima kasih,” yang menarik perhatian banyak orang.

Warga Inggris Derek mengatakan:  “Yang kami inginkan adalah politisi yang benar-benar baik untuk rakyat, bukan yang melayani kaum globalis, bukan yang ingin mengintegrasikan pemerintahan berbagai negara dan mengendalikan semuanya. Itulah sebabnya dunia sekarang begitu kacau.”

Aksi protes ini berlangsung tidak lama setelah pemilihan lokal di Inggris. Banyak warga mempertanyakan apakah Perdana Menteri Keir Starmer masih akan terus memimpin pemerintahan.

Saat pawai berakhir dan memasuki sesi rapat umum, penyelenggara aksi Tommy Robinson menampilkan foto Starmer dan Donald Trump di layar besar. Reaksi massa terhadap kedua tokoh itu sangat berbeda.

Derek berkata :  “Pemerintah Inggris ingin memusatkan kekuasaan dan menjadikan kita individu tanpa identitas, bahkan pada akhirnya menghapus demokrasi. Lalu mereka akan mengatakan bahwa orang seperti Trump akan menghancurkan demokrasi, padahal itu justru tujuan akhir mereka sendiri.”

Dorcas mengatakan :  “Awalnya kami menerima mereka (pemerintah saat ini), tetapi setelah mereka berkuasa, mereka tidak melakukan apa pun. Tuntutan kami tidak dipenuhi, jadi kami hanya ingin mereka turun dari kekuasaan. Seperti yang saya katakan, kami membutuhkan reformasi, atau partai lain yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan dan harapan rakyat.”

Laporan liputan NTDTV dari Inggris.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Masih Terjebak Fase Bearish, Ini Rekomendasi Saham dari Analis
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Drone Rusia Hantam Kapal Kargo China di Laut Hitam
• 3 jam laludetik.com
thumb
Wagub Jateng Ajak Pesantren Bangun Ekosistem Industri Halal
• 16 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini, 18 Mei 2026: Makassar Hujan Sepanjang Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Kejagung Buka BPA Fair 2026, Lelang 308 Aset Rampasan Negara
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.