Indonesia Ekspor 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia Senilai Rp 7 Triliun 

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Indonesia melepas ekspor perdana pupuk urea ke Australia melalui kerja sama government-to-government (G2G) dengan potensi nilai ekspor Rp7 triliun. 

Ekspor dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Kalimantan Timur dari Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5) lalu. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, ekspor perdana yang dilepas mencapai 47.250 ton pupuk urea dengan nilai sekitar Rp 600 miliar. Volume tersebut merupakan tahap awal dari komitmen ekspor sebesar 250.000 ton ke Australia.

“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujar Amran.

Menurutnya, jika volume ekspor meningkat hingga 500.000 ton, nilai kerja sama diperkirakan mencapai sekitar Rp 7 triliun.

Amran mengatakan minat terhadap pupuk Indonesia juga datang dari sejumlah negara lain. India disebut meminta pasokan pupuk urea hingga 500.000 ton, sementara Filipina, Brasil, dan Bangladesh juga menunjukkan minat serupa.

Di sisi domestik, Amran menyebut pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% tanpa tambahan beban APBN. Pemerintah juga menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton.

“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20%. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah,” katanya.

Pemerintah sebelumnya meningkatkan alokasi pupuk bersubsidi dari sekitar 4,55 juta ton menjadi 9,55 juta ton guna mendukung swasembada pangan nasional.

Deregulasi Percepat Distribusi Pupuk

Selain itu, pemerintah melakukan deregulasi terhadap 145 aturan lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat distribusi pupuk. Sistem penyaluran juga disederhanakan melalui jalur langsung dari Kementerian Pertanian, PIHC, gapoktan atau koperasi hingga petani.

Pemerintah juga melakukan revitalisasi industri pupuk nasional melalui tujuh proyek strategis dengan total investasi mencapai Rp72,84 triliun. Program tersebut melibatkan PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath mengatakan kerja sama tersebut mencerminkan hubungan kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Australia.

“Pupuk ini akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan,” ujar Gita.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengedar Narkoba di Jakut Ditangkap, 32 Kg Sabu Asal Malaysia Disita
• 6 jam laludetik.com
thumb
DPR RI Ajak Masyarakat Perbanyak Amal dan Kebaikan Jelang Iduladha
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Utang Luar Negeri RI Capai Rp7.637 T per Maret 2026, Singapura Kreditor Terbesar
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mana yang Lebih Baik, Kurban 1 Ekor Kambing atau 1/7 Sapi?
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Ada Perebutan Gelar Juara Oleksandr Usyk vs Rico Verhoeven di Kelas Berat
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.